web analytics
  

Linkin Park Tak Sudi Trump Pakai Musiknya untuk Kampanye

Senin, 20 Juli 2020 07:16 WIB
Umum - Artis, Linkin Park Tak Sudi Trump Pakai Musiknya untuk Kampanye, Linkin Park,Donald Trump,Kampanye

Linkin Park. (Instagram)

LOS ANGELES, AYOBANDUNG.COM -- Twitter menghapus video bergaya kampanye yang dibagikan ulang (retweet) oleh Presiden Donald Trump pada Sabtu. Video itu dihapus setelah grup rock Linkin Park melaporkan pelanggaran hak cipta.

Video yang menampilkan sampul band hit tahun 2001 “In the End” diunggah direktur media sosial Gedung Putih Dan Scavino yang kemudian di-retweet Trump.

"Media ini telah dinonaktifkan sebagai tanggapan terhadap laporan oleh pemilik hak cipta," demikian pernyataan Twitter untuk unggah ulang Trump.

Linkin Park mengatakan, mereka tidak mengizinkan penggunaan musiknya untuk kampanye presiden pejawat Amerika Serikat (AS).

Linkin Park tidak mendukung Trump, juga tidak mengizinkan organisasinya untuk menggunakan musik kami. Kami telah melaporkan itu dan mendesak Twitter menghapus unggahan," kata grup rock itu di Twitter seperti dilansir Malay Mail, Senin (20/7/2020).

Pada tahun 2017 lalu, mendiang vokalis utama Linkin Park, Chester Bennington, pernah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap Trump.

“Trump adalah ancaman yang lebih besar daripada terorisme!! Kami harus mengambil kembali suara kami dan membela apa yang kami yakini," tulis Bennington kala itu.

Linkin Park bukan band pertama yang mempermasalahkan penggunaan musik mereka oleh Trump. Bulan lalu, The Rolling Stones mengancam akan melakukan tindakan hukum terhadap Trump jika dia tidak berhenti menggunakan lagu-lagu mereka dalam kampanyenya.

Queen, Rihanna, Aerosmith, Adele, Neil Young, Dexys Midnight Runner, Panic! at The Disco, dan keluarga mendiang Tom Petty juga mengeluhkan penggunaan musik mereka oleh Trump.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers