web analytics
  

5 Kebiasaan Orangtua yang Bisa Jadi Toksik Buat Anak

Minggu, 19 Juli 2020 08:44 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Umum - Pendidikan, 5 Kebiasaan Orangtua yang Bisa Jadi Toksik Buat Anak, orangtua,anak,hubungan,Parenting

Ilustrasi. (Pixabay/MoteOo )

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Hubungan apa saja dapat menjadi racun atau toksik, bahkan antara orangtua dengan anak. Tetapi hubungan orangtua dan anak sulit diputus, sampai akhirnya anak bisa saja menjadi korban dari orangtua toksik.

Dalam situasi seperti ini, dan khususnya dengan orangtua toksik, menemukan cara yang efektif untuk mengelola hubungan demi menjaga kesehatan emosional anak adalah pertimbangan kritis.

Berdasarkan Psychology Today, berikut beberapa tanda umum dari orangtua toksik:

1. Sangat reaktif negatif

Orangtua toksik memiliki emosi di luar kendali. Mereka cenderung mendramatisir masalah-masalah kecil. Bahkan, melihat celah kecil sebagai alasan untuk menyalahkan, marah, kasar secara verbal, atau destruktif.

2. Kurang berempati

Orangtua toksik tidak dapat berempati dengan orang lain, termasuk sang anak. Mereka melihat segala sesuatunya adalah tentang mereka dan kebutuhan mereka.

Mereka juga gagal melihat apa yang mereka lakukan dapat mengganggu, berbahaya atau menyakitkan bagi orang lain.

3. Sangat mengendalikan

Semakin beracun seseorang, semakin mereka ingin mengendalikan segala sesuatu dan semua orang di sekitarnya. Ini berarti mengasuh anak secara berlebihan dan membuat tuntutan yang tidak masuk akal, bahkan saat anak sudah dewasa.

4. Sangat kritis

Orangtua toksik tidak dapat atau tidak akan melihat prestasi anak-anak mereka. Mereka terus-menerus merendahkan orang-orang di sekitarnya sambil menjadikan diri mereka luar biasa, berbakat, atau hebat.

5. Suka menyalahkan

Ketidakharmonisan, ketidaksepakatan, permusuhan, dan gangguan keluarga yang disebabkan oleh orangtua toksik selalu dianggap kesalahan orang lain. Orangtua seperti ini tidak dapat bertanggung jawab atas masalah apa pun, tetapi mereka menyalahkan anggota keluarga lainnya dan memelintir atau memanipulasi kondisi yang sebenarnya.

Sumber: Himedik.com
Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers