web analytics
  

Erdogan Sebut Perubahan Hagia Sophia Jadi Hak Paling Alami Bangsa Turki

Minggu, 19 Juli 2020 08:30 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Umum - Internasional, Erdogan Sebut Perubahan Hagia Sophia Jadi Hak Paling Alami Bangsa Turki, Erdogan,Hagia Sophia,Turki,internasional

Hagi Sophia (Pixabay/Claudia Beyli)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tidak mau ambil pusing dengan reaksi masyarakat internasional terkait kebijakan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Menurutnya, masalah Hagia Sophia terkait kedaulatan bangsanya.

Presiden Erdogan menekankan, tak ada yang bisa ikut campur mengenai masalah kedaulatan internal negaranya.

“Beberapa dari mereka [pihak asing] sudah berbicara dengan saya. Saya telah memberikan jawaban yang diperlukan mereka. Biarkan saja, pandangan positif dan negatif [pasti ada], keputusan Hagia Sophia ini adalah masalah kedaulatan kami,” tutur dia, dilansir Anadolu, Minggu (19/7/2020).

Dengan kata lain, sebut Erdogan, pengembalian status Hagia Sophia menjadi masjid setelah jeda 86 tahun adalah hak paling alami bangsa Turki.

“Keputusan ini tak hanya penting bagi Turki, tetapi penting bagi dunia Islam,” ujar Erdogan.

Presiden Erdogan menuturkan rakyat Turki senang dan bahagia Hagia Sophia diubah menjadi masjid.

Erdogan mengaku sebenarnya pembebasan Hagia Sophia dari belenggu museum adalah impian terbesar masa muda dia.

“Kami juga bahagia dan senang sudah mewujudkan impian masa muda kami itu,” tutur dia.

Untuk itu, Erdogan menolak pernyataan yang ingin menyudutkan keputusan Hagia Sophia itu dengan tuduhan hanya sebuah "retorika politik dan pendekatan politik saja."

“Ini benar-benar kerinduan rakyat Turki yang telah mengambil tugas ini dalam pemerintahan. Kerinduan ini telah terpenuhi," ungkap Erdogan.

Menurut Erdogan, salat pertama di masjid itu yang akan diadakan pada 24 Juli mendatang akan disiapkan untuk menampung 1.000-1.500 jemaah di dalam dan di luar masjid pada saat yang bersamaan.

Sumber: Suara.com
Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers