web analytics
  

Insomnia Bisa Dipicu oleh Kurang Kalsium dan Magnesium

Sabtu, 18 Juli 2020 04:41 WIB
Umum - Unik, Insomnia Bisa Dipicu oleh Kurang Kalsium dan Magnesium, Kalsium,Magnesium,Kesehatan,hidup sehat

Ilustrasi (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur atau tidak cukup tidur. Menurut National Sleep Foundation (NSF) hampir enam dari sepuluh orang Amerika melaporkan mengalami insomnia.

Dalam upaya untuk memerangi ini, sebanyak 25 persen orang di Amerika Serikat menggunakan obat-obatan untuk membantu mereka tidur. Sebagian besar pil tidur, terutama jika dikonsumsi dalam waktu lama, dapat memiliki banyak efek samping.

Efek pada hari berikutnya dan seterusnya dapat meningkatkan risiko kecelakaan mobil dan hilang fokus pada pekerjaan. Pil tidur juga merusak memori dan kinerja di tempat kerja dan di rumah.

Dari perspektif nutrisi, beberapa penelitian telah menemukan bahwa mineral tertentu bisa menjadi obat tidur alami dan membuat tidur lebih nyenyak. Ahli gizi James F Balch mengatakan, kekurangan nutrisi kalsium dan magnesium akan menyebabkan insomnia.

"Kalsium berhubungan langsung dengan siklus tidur kita," kata Balch seperti dilansir laman Medical News Today, Jumat (16/7).

Dalam satu penelitian yang diterbitkan dalam European Neurology Journal, para peneliti menemukan bahwa kadar kalsium dalam tubuh lebih tinggi selama beberapa fase tidur, seperti fase rapid eye movement (REM) alias tidur bermimpi.

Studi ini menyimpulkan bahwa gangguan dalam tidur, terutama tidak adanya tidur nyenyak REM atau gangguan tidur REM, terkait dengan kekurangan kalsium. Pemulihan ke arah tidur normal bisa dicapai, setelah normalisasi kadar kalsium darah.

"Kalsium membantu otak menggunakan asam amino triptofan untuk memproduksi melatonin yang merangsang tidur. Ini menjelaskan mengapa produk susu, yang mengandung triptofan dan kalsium, adalah salah satu makanan yang merangsang tidur," kata ahli gizi William Sears.

Pada defisiensi magnesium, insomnia kronis adalah salah satu gejala sentral utama. Tidur biasanya gelisah dengan sering terbangun malam hari.

Di sisi lain, diet magnesium tinggi dan aluminium rendah telah ditemukan berhubungan dengan kualitas tidur. Ini terbukti dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh James Penland di Human Nutrition Research Center di North Dakota.

Penelitian ini berjudul "Effects of trace element nutrition on sleep patterns in adult women". Penting untuk dicatat bahwa rasio kalsium dan magnesium yang seimbang penting untuk kesehatan secara keseluruhan, dan kedua mineral ini harus dicukupi untuk hasil terbaik.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers