web analytics
  

Kemenperin Genjot Industri Sepeda Dalam Negeri

Jumat, 17 Juli 2020 22:43 WIB Khoirur Rozi
Umum - Nasional, Kemenperin Genjot Industri Sepeda Dalam Negeri, Kemenperin,Industri Sepeda Dalam Negeri

Sepeda Lipat Kreuz (Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berupaya menggenjot industri sepeda dalam negeri agar berdaya saing. Kemenperin menilai potensi pasar sepeda sebagai sarana transportasi cukup menjanjikan.

“Kebutuhan sepeda di dalam negeri melonjak signifikan di masa pandemi Covid-19, dengan mencapai lebih dari 8-9 juta unit, baik untuk sepeda dewasa maupun anak-anak,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2020).

Menperin menuturkan, tingginya permintaan pasar itu menjadi peluang yang baik bagi industri sepeda nasional untuk lebih memacu kapasitas produksinya.

"Kita melihat tren pembelian sepeda oleh masyarakat  semakin besar, ini menjadi momentum yang sangat tepat bagi pabrikan untuk meraih pasar tersebut dengan menambah produksi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kemenperin berkomitmen untuk memperkuat rantai pasok di sektor industri sepeda, dari hulu sampai hilir. Produktifitas industri sepeda diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

 “Kami ingin nantinya semua komponen sepeda bisa diisi oleh industri dalam negeri, termasuk sektor industri kecil menengah (IKM),” ujarnya.

Guna mencapai target tersebut, Kemenperin akan melakukan program pembinaan dan mengeluarkan sejumlah kebijakan strategis seperti penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kemenperin juga akan aktif berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait, misalnya guna menjaga ketersediaan bahan baku.

"Kami akan bentuk task force-nya untuk mengetahui produk apa saja yang sudah diproduksi di dalam negeri dan yang akan didorong untuk diproduksi di dalam negeri. Industri sepeda ini pun perlu mendapat kepastian untuk mendapat pasokan bahan bakunya, termasuk bahan baku lokal harus bisa bersaing dari sisi harga,” katanya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers