web analytics
  

5 Hari MPLS Online, dari Unik hingga Tidak Efektif

Jumat, 17 Juli 2020 16:33 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Pendidikan, 5 Hari MPLS Online, dari Unik hingga Tidak Efektif, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),Unik,Pendidikan Jarak Jauh

[Ilustrasi] Siswa SMP di Bandung dan SMA di Depok mengevaluasi MPLS online seminggu ini. (Pinterest/mylittlejourney)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2020/2021 telah selesai untuk sejumlah sekolah, Jumat (17/7/2020). Berdasarkan pengalaman selama lima hari, sejumlah siswa mengutarakan pendapat akan teknis MPLS online.

Siswa SMP Negeri 5 Bandung, Queen (12), mengungkapkan teknis unik untuk MPLS tahun ini. Semua materi, yang didominasi oleh perkenalan, disampaikan lewat aplikasi live streaming. Pengenalan gedung sekolah pun termasuk ke dalam materi itu.

“Kalau buat pengenalan gedung sekolah, itu ada satu anggota OSIS (panitia MPLS) yang live jalan-jalan di gedung sekolah, ngenalin satu per satu bagian sekolah ke anak baru yang nonton,” tutur kakak kelas Queen, Violin (13).

Selain gedung sekolah, Queen juga mengungkapkan teknis perkenalan guru yang ditayangkan lewat Zoom. Sayangnya, tak semua guru bisa memperkenalkan diri karena jumlahnya terlalu banyak. Tak semua wajah pun bisa diingat oleh siswa-siswa baru yang menonton.

“Sebenarnya kurang efektif karena ga bisa langsung tatap muka,” tutur Queen. Dia pun menyampaikan ketidakpuasannya akan tur sekolah online. Namun, dia tak keberatan harus terus Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) apabila kondisi pandemi belum membaik.

Hal yang serupa dialami siswa kelas 10 SMA Sejahtera 1 Depok, Vinnaya (16). Teknis perkenalan yang mengisi MPLS disampaikan pula secara online. Bedanya hanya di platform karena sekolah Vinnaya murni menggunakan Youtube.

“Mulai perkenalan sekolah, perkenalan guru dan kontrak belajar melalui live streaming dari Youtube,” ujar Vinnaya.

Vinnaya mengungkapkan salah satu sisi positifnya, yakni sifat video yang bisa diputar ulang.

“Terkesan lebih santai kalaupun ada materi yang tertinggal bisa ulang videonya,” katanya.

Queen pun menyetujui, MPLS dan pembelajaran online memang jauh lebih santai. Namun, baik Queen maupun Vinnaya tetap lebih memilih sistem sekolah tatap muka. Keduanya ingin ada kegiatan dan interaksi fisik dengan teman-teman baru mereka.

Bukan hanya itu, keterbatasan anggota ruang konferesi video Zoom atau Google Meet kerap menghambat komunikasi.

Sementara itu, belum ada tanda-tanda akan dibukanya kembali sekolah di Indonesia. Hal ini mengingat jumlah penderita Covid-19 yang sudah mencapai 81.668 orang. (Farah Tifa Aghnia)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers