web analytics
  

Polres Cimahi Bekuk 9 Tersangka Pencuri Motor Jaringan Cidaun

Jumat, 17 Juli 2020 14:00 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Polres Cimahi Bekuk 9 Tersangka Pencuri Motor Jaringan Cidaun, Polres Cimahi,jaringan Cidaun,curanmor,Yoris Maulana Marzuki

Gelar perkara sembilan tersangka pencurian motor jaringan Cidaun di Mapolres Cimahi, Jumat (17/7/2020). (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi berhasil menangkap sembilan tersangka jaringan kriminal pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua asal Cidaun Kabupaten Cianjur yang kerap beraksi di Kota Cimahi.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki menerangkan, berawal dari laporan korban jaringan ini berhasil diungkap. Sembilan tersangka tersebut peran berbeda mulai dari pemetik, joki, dan penadah, yang semuanya berasal dari Cidaun.

"Awalnya ditangkap residivis curanmor Noviandi (26) dan Kriswantono (37) di sebuah kamar kosan sekitar Cimahi. Keduanya sengaja menyewa kosan untuk mencuri motor di Cimahi," ungkapnya saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jumat (17/7/2020).

Dari dua tersangka tersebut pihaknya mengembangkan penyelidikan dan menangkap pelaku lainnya di Cidaun, Cianjur. Barang bukti 36 unit motor curian berbagai merek dan kunci astag yang digunakan untuk membobol motor korban.

Dari penangkapan kedua tersangka, polisi kemudian melakukan pengembangan dan kembali mengamankan tujuh pelaku lainnya Riki Andika (20), Sayid (24), Yogi Anggi (26), Alan Abdulrohman (22), Ahmad Setiadi (18), Taofik Ramdani (20), dan Dian Samsul Fauzi (20).

Peran ketujuh pelaku adalah menerima sepeda motor hasil curian Noviandi dan Kriswantono. Kemudian kendaraan hasil curian itu dibawa ke daerah Cianjur. Di sana, sudah menunggu Bajuri (39) yang merupakan seorang pendahah.

Bajuri juga turut diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi beserta barang bukti. Modus yang digunakan pelaku untuk mencuri motor korban dengan cara membongkar atau merusak kunci motor menggunakan kunci astag.

"Mereka adalah sindikat pelaku yang melakukan pemetikan dan membawa hasil curian ke Cianjur, tempat 480 (penadah)," kata Yoris.

Para pelaku akan dijerat Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Khusus penadah dijerat Pasal 480 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman 4 tahun penjara.

Saat ditanya polisi, Noviandi yang kakinya di tembak duduk di atas kursi roda mengaku sudah tiga kali keluar masuk bui dengan kasus sama. Kemudahan mendapat uang dari hasil mencuri ini membuatnya ketagihan mencuri sepeda motor.

"Biasanya motor beat mudah diambil, targetnya yang terparkir di halaman rumah atau tempat umum," katanya.

Dia mengatakan, dalam seminggu bisa tiga hingga empat motor berhasil dicuri. Hasil curian kemudian dijual kepada penadah dengan kisaran Rp2 juta-Rp4 juta tergantung kondisi motor.

"Saya ngambil saja, terus ada yang bawa ke Cidaun melalui jalur Ciwidey," katanya. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers