web analytics
  

Dampak Corona bagi Geisha di Jepang

Jumat, 17 Juli 2020 10:56 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Internasional, Dampak Corona bagi Geisha di Jepang, Geisha,Jepang,Corona

Geisha, pekerjaan yang ikut terdampak virus corona di Jepang. (Unsplash/Wangxi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Covid-19 berdampak pada kehidupan masyarakat dunia. Berbagai kebijakan menekan penyebaran virus dilakukan. Dampaknya, tidak sedikit orang berkurang bahkan kehilangan penghasilan. Salah satunya adalah para geisha di Jepang.

Kebijakan soft lockdown di Jepang menyebabkan para geisha kehilangan pekerjaannya. Mereka terpaksa berdiam di rumah. Kuiko, salah seorang geisha di Tokyo, menghabiskan waktu dengan membaca buku.

Mayu yang juga seorang geisha menyatakan, “Kadang kami sampai tidak tidur untuk berlatih, tapi waktu-waktu tersebut jauh lebih baik dari sekarang.”

Geisha merupakan salah satu simbol ikonik Jepang. Melansir dari vogue.com, geisha sebenarnya berasal dari kata gei berarti “seni” dan sha yang artinya to “orang”. Tidak seperti stigma yang selama ini beredar, geisha sebenarnya bekerja dengan menari, bermain musik, dan bernyanyi seni tradisional Jepang.

Untuk menjadi geisha ada banyak latihan yang perlu dilewati. Mengutip keterangan Miehina, geisha dari Kyoto dalam kanal youtube The Telegraph, mereka kadang berlatih sejak pagi hingga malam. Setelah itu, mereka harus segera bersiap untuk menampilkan pertunjukkan di hadapan tamu.

Miehina menceritakan, dia bertugas menghibur tamu. Untuk itu, dia belajar seni tradisional Jepang seperti tarian, bermain Ohayashi atau Shimasen, dan bernyanyi. “Yang sulit adalah kami harus memahami lirik dalam musiknya karena tarian berhubungan dengan musik. Mengekspreksikan lirik dalam tarian adalah hal yang penting namun sulit,” tutur Miehina.

Saat ini, kegiatan sudah kembali dimulai di Jepang. Termasuk latihan menari untuk para geisha. Mayu dan Koiku berharap keadaan segera kembali normal. (Putri Shaina)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers