web analytics
  

4 Nakes Positif, Puskesmas di Kota Cirebon Liburkan Pelayanan

Jumat, 17 Juli 2020 06:01 WIB Erika Lia
Umum - Regional, 4 Nakes Positif, Puskesmas di Kota Cirebon Liburkan Pelayanan, Swab Test,Berita Cirebon,COVID-19,Pandemi Covid-19,Insentif Tenaga Medis

Uji swab bagi nakes dan tenaga pendukung di Puskesmas Gunungsari, Kota Cirebon. (Istimewa)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Pelayanan publik di Puskesmas Gunungsari, Kota Cirebon, ditutup hingga Sabtu (18/7/2020) pasca 4 tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di sana terkonfirmasi positif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto mengonfirmasi, total 4 nakes di Puskesmas Gunungsari yang terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit menular Covid-19. Pihaknya pun menutup pelayanan di puskesmas tersebut guna keamanan kesehatan bersama.

"Puskesmas Gunungsari libur mulai hari ini sampai Sabtu nanti. Masyarakat yang ingin memperoleh layanan kesehatan bisa ke puskesmas sekitarnya," ungkap Edy, Kamis (16/7/2020).

Tindakan meliburkan pelayanan publik tak lepas dari uji swab terhadap nakes dan tenaga pendukung lain yang bekerja di Puskesmas Gunungsari. Pemeriksaan itu sebagai tindaklanjut atas temuan 4 kasus positif di sana.

Uji swab sendiri diikuti 99 orang berdasarkan hasil penelusuran pihaknya. Selain uji swab, disinfeksi pun dilakukan terhadap seluruh ruangan di puskesmas tersebut.

"Hasil swab diperkirakan keluar Sabtu nanti," ujarnya.

Bila kelak ditemukan nakes atau tenaga pendukung yang positif, masa penutupan layanan publik di Puskesmas Gunungsari akan diperpanjang hingga 10 hari ke depan. Maka, total masa penutupan 14 hari sesuai masa inkubasi virus.

"Kalau ada yang positif lagi, Puskesmas Gunungsari akan lockdown," cetusnya.

Meski bekerja di Kota Cirebon, dari keempatnya, hanya seorang di antara mereka yang berdomisili di Kota Cirebon. Sementara, 2 nakes tinggal di Kabupaten Cirebon dan seorang lainnya di Kabupaten Kuningan.

Mereka terkonfirmasi positif setelah beberapa hari lalu menjalani uji swab bersama puluhan nakes dan tenaga pendukung puskesmas se-Kota Cirebon di Gedung Diklat KKB BKKBN Kota Cirebon.

"Ada yang terpapar 4 (orang) positif. Tapi tinggal di kabupaten (luar Kota Cirebon)," katanya.

Hasil uji swab atas ke-4 nakes itu sendiri keluar sehari sebelumnya atau Rabu (15/7/2020). Salah satu nakes tersebut merupakan petugas paramedis yang memberi layanan kesehatan (buka praktik) di daerah kabupaten.

Dari hasil tracing yang ada, imbuhnya, besar kemungkinan transmisi virus terjadi saat sang pasien memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan di kabupaten. 

Pun begitu dengan seorang PNS pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Cirebon yang pula terkonfirmasi positif. Sang pasien merupakan paramedis yang memberikan pelayanan atau buka praktik di kabupaten.

"Jadi, petugas kami yang positif itu memberikan layanan kesehatan di kabupaten karena di kota (Kota Cirebon) mereka tidak memberikan pelayanan, hanya bekerja sebagai karyawan di Puskesmas Gunungsari," tuturnya.

Dia mengingatkan, penerapan protokol kesehatan penting dipatuhi. Bagi para nakes yang bekerja di puskesmas, pihaknya meminta peningkatan kewaspadaan dalam pemakaian alat pelindung diri (APD) tertinggi atau paripurna.

Kejadian seperti ini, tegasnya, sangat mungkin terjadi dia setiap daerah lintasan yang banyak dilalui orang. Saat ini tak ada lagi batasan, sehingga transmisi virus pun terbuka lebar.

"Moda transportasi salah satunya, sekarang dibuka lebar. Maka transmisi (virus) pun terbuka," tuturnya.

Karena itu, lanjutnya, ancaman Covid-19 masih tinggi. Dia meminta semua nakes wajib mengenakan APD lengkap dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Di sisi lain, pihaknya juga mengharapkan nakes tak panik dan tetap tenang dalam menjalankan tugas.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers