web analytics
  

Penyiram Air Keras Novel Baswedan Divonis 2 dan 1,5 Tahun Penjara

Kamis, 16 Juli 2020 22:48 WIB
Umum - Nasional, Penyiram Air Keras Novel Baswedan Divonis 2 dan 1,5 Tahun Penjara, Novel Baswedan,Sidang Vonis Penyiraman Air Keras

Penyidik KPK Novel Baswedan. (Suara.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara memvonis bersalah dan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara terhadap terdakwa penyerang penyidik KPK, Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette. Adapun terdakwa lain, Ronny Bugis divonis 1,5 tahun penjara.

Majelis hakim menilai Rahmat dan Ronny terbukti melakukan penganiayaan terencana yang mengakibatkan luka berat terhadap Novel Baswedan. "Menyatakan terdakwa Rahmat Kadir bersama-sama dengan terdakwa Ronny Bugis melakukan penganiayaan terencana yang mengakibatkan luka berat," ujar Ketua Majelis Hakim Djumyanto saat membacakan putusan, Kamis (16/7/2020).

Dalam menjatuhkan putusannya majelis hakim memiliki sejumlah pertimbangan. Untuk hal yang memberatkan, para terdakwa dinilai mencederai kehormatan institusi Polri. Sementara itu, untuk hal yang meringankan para terdakwa sudah bersikap ksatria dengan berterus terang dan meminta maaf kepada korban serta keluarganya. Selain itu, terdakwa juga belum pernah dihukum.

Akibat perbuatan kedua terdakwa, berdasarkan hasil visum et repertum nomor 03/VER/RSMKKG/IV/2017 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga menyatakan Novel mengalami luka bakar di bagian wajah dan kornea mata kanan dan kirinya. Atas perbuatannya kedua terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Vonis majelis hakim lebih berat dari tuntutan 1 tahun penjara yang dituntutkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dalam sidang pembacaan tuntutan pada 11 Juni 2020 lalu. JPU menilai, para terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke mata Novel.

Jaksa menyampaikan aksi terdakwa tersebut untuk memberikan pelajaran kepada Novel dengan menyiramkan asam sulfat ke badan namun di luar dugaan mengenai mata Novel. Keduanya dinilai terbukti melakukan dakwaan subsider pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Tapi di luar dugaan ternyata mengenai mata Novel Baswedan yang menyebabkan mata kanan tidak berfungsi dan mata kiri hanya berfungsi 50 persen saja artinya cacat permanen sehingga unsur dakwaan primer tidak terpenuhi," kata anggota JPU Kejari Jakarta Utara Ahmad Fatoni, Kamis (11/6).

Ronny dan Rahmat diketahui adalah polisi aktif dari Satuan Gegana Korps Brimob Kelapa Dua Depok. Dalam surat tuntutan, disebutkan kedua terdakwa yaitu Ronny Bugis bersama-sama dengan Rahmat Kadir Mahulette tidak suka atau membenci Novel Baswedan karena dianggap telah mengkhianati dan melawan institusi Polri.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Kian Menipis

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 21:56 WIB

Total kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai 1.024.298 infeksi. Kasus positif terus bertambah signifikan pasca dua p...

Umum - Nasional, Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Kian Menipis, Tempat Tidur Pasien Covid-19,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),Pasien Covid-19 di RS

Sebulan Jadi Menkes, Budi Gunadi: Berat Seperti Kerja 10 Tahun

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 21:01 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan perasaannya setelah genap satu bulan ditunjuk Presiden Joko Widodo m...

Umum - Nasional, Sebulan Jadi Menkes, Budi Gunadi: Berat Seperti Kerja 10 Tahun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin,Pandemi Covid-19,Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

IDI: Ibu-ibu Jangan Takut Divaksin Covid-19

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 20:10 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih mengajak kaum ibu tidak takut disuntik...

Umum - Nasional, IDI: Ibu-ibu Jangan Takut Divaksin Covid-19, Ikatan Dokter Indonesia (IDI),Vaksinasi Covid-19,Disuntik Vaksin Covid-19

Penjelasan Kemenkes Soal Biaya Pengobatan Pasien Covid-19 di Rumah Sak...

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 19:45 WIB

Pemerintah telah memastikan bahwa biaya pengobatan pasien Covid-19 di rumah sakit akan ditanggung. Pasien bisa mengajuka...

Umum - Nasional, Penjelasan Kemenkes Soal Biaya Pengobatan Pasien Covid-19 di Rumah Sakit , Biaya Pengobatan Covid-19,Pasien Covid-19 di Rumah Sakit,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),Satgas Penanganan Covid-19

Gunung Merapi Masuk Fase Erupsi Efusif

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 19:35 WIB

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi mencatat Gunung Merapi telah mengeluarkan awan panas g...

Umum - Nasional, Gunung Merapi Masuk Fase Erupsi Efusif, Gunung Merapi,gunung merapi erupsi

Lampung Diguncang Gempa Magnitudo 5,4 Rabu Sore

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 18:42 WIB

BMKG mengumumkan gempa dengan magnitudo 5,4 melanda wilayah Lampung, Rabu (27/1/2021). Lokasi gempa tidak berada di dara...

Umum - Nasional, Lampung Diguncang Gempa Magnitudo 5,4 Rabu Sore, Lampung Gempa,BMKG

Indonesia Catat Rekor Kematian Terbanyak Sejak Pandemi Covid-19

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 16:17 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan penambahan sebanyak 11.948 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia, Rabu...

Umum - Nasional, Indonesia Catat Rekor Kematian Terbanyak Sejak Pandemi Covid-19, COVID-19,Data Covid-19,data corona nasional,Data Corona hari ini,corona

Vaksin Mandiri untuk Swasta Dinilai Langgar 2 Aturan Ini

Nasional Rabu, 27 Januari 2021 | 16:03 WIB

Rencana pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi perusahaan swasta melakukan vaksinasi terhadap karyawannya menimbulk...

Umum - Nasional, Vaksin Mandiri untuk Swasta Dinilai Langgar 2 Aturan Ini, Vaksin Covid-19,vaksin corona,Suntik vaksin corona,vaksin corona swasta,Vaksin Covid-19 swasta
dewanpers