web analytics
  

Sanksi Dicabut, Manchester City dan UEFA Berdamai

Kamis, 16 Juli 2020 22:38 WIB

Manajer Manchester City Josep Guardiola. (AFP)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Presiden UEFA Aleksander Ceferin bertemu dengan pejabat klub Manchester City Khaldoon Al Mubarak. Ini merupakan pertemuan pertama antara UEFA dengan Manchester City setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memenangkan banding The Citizens atas sanksi larangan berlaga di kompetisi Eropa selama dua tahun.

Menurut laporan Sky Sports, Kamis (16/7/2020), CAS memanggil UEFA dan Manchester City. Tujuannya untuk mendamaikan kedua pihak.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak menyatakan keinginan untuk membina hubungan konstruktif, atau dengan kata lain UEFA dan Manchester City sepakat berdamai.

Ceferin menyebut Manchester City sebagai sebuah 'aset' dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Sky Sports News pada Maret.

"Seperti halnya klub lain, mereka adalah aset kami, saya menghormati mereka," kata Ceferin dalam wawancara televisi pertamanya di Inggris setelah UEFA menjatuhi sanksi kepada City.

"Saya tidak ingin mengatakan itu, 'sekarang kami tidak suka Manchester City'. Kami menyukai mereka, mereka adalah klub kami."

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, UEFA menyatakan City melanggar aturan Financial Fair Play (FFP). Untuk menghindari aturan FFP antara 2012 sampai 2016, City menaikkan nilai pendapatan dari sponsor yang berkaitan dengan Grup Abu Dhabi United pimpinan Sheikh Mansour yang merupakan pemilik klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut.

Manchester City juga dianggap kurang kooperatif selama masa penyelidikan kasus tersebut.

Namun, Senin (13/7/2020) CAS mencabut sanksi yang dijatuhkan UEFA ke City dan mengurangi denda awal 30 juta euro (sekitar Rp491 miliar) menjadi 10 juta euro (sekitar Rp167 miliar) setelah mengetahui bahwa sebagian besar dugaan pelanggaran yang dilaporkan tidak terbukti atau sudah melewati waktu (time-barred).

Menanggapi keputusan CAS, manajer The Citizens Josep Guardiola mengaku senang klubnya dapat bermain di Liga Champions musim depan.

"Saya sangat senang atas keputusan itu, yang memperlihatkan bahwa apa yang orang bilang tentang klub ini tidak benar," katanya dilansir laman resmi City, Selasa (14/7/2020) malam.

"Bila kami melakukan kesalahan, tentu kami akan menerima putusan UEFA dan CAS," tambahnya.

"Kami punya hak untuk membela diri ketika yakin apa yang kami lakukan benar. Nyatanya tiga hakim mengatakan itu."

"Di sisi lain kami juga senang sebab bisa membela apa yang kami lakukan di atas lapangan selama ini," pungkas juru taktik asal Spanyol itu.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers