web analytics
  

Belajar Online, Orang Tua Siswa Butuh Bantuan Kuota

Kamis, 16 Juli 2020 22:11 WIB Tri Junari

Belajar Online (Kavin Faza)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Kebijakan belajar di rumah bagi siswa akibat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) membuat orang tua yang berstatus bekerja kelabakan. 

Mereka harus membagi konsentrasi antara mengerjakan pekerjaan kantor dengan membimbing anak mengerjakan tugas yang diberikan secara online serta tambahan anggaran membeli kuota.

Septi (32) salah seorang staf perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik mengaku pekerjaan kantornya cukup terganggu karena harus membantu sang anak yang berada di rumah. 

Ini dikarenakan tugas-tugas yang disampaikan secara online oleh guru disampaikan melalui WA grup orang tua. Akibatnya, saat bekerja di kantor harus sering-sering melihat WA grup sekolah.

"Saat anak saya belajar secara online di rumah otomatis konsentrasi saya di kantor jadi terpecah. Di satu sisi harus menyelesaikan pekerjaan kantor, tapi juga harus menyampaikan tugas sekolah dan membimbing anak saya di rumah," ucapnya, Kamis (16/7/2020).

Ibu dua anak ini mengaku itu menjadi konsekuensi karena dirinya dan sang suami bekerja, sehingga tidak bisa mendampingi anak-anaknya saat mengerjakan tugas sekolah secara online. 

Dia pun mengakui selama belajar online di tahun ajaran baru ini atau pada akhir ajaran tahun lalu, cukup kesulitan untuk maksimal mendampingi putra-putrinya belajar di rumah. 

"Sebagai orang tua yang bekerja, aktivitas belajar online seperti sekarang tidak ideal. Tapi karena Covid-19 ya mau gimana lagi," ucapnya yang menyekolahkan anak-anaknya di SD dan SMP swasta ini. 

Senada diungkapkan Rohimat (42) orang tua yang bekerja sebagai staf distributor minuman, selain konsentrasi pekerjaan yang harus dibagi dengan memperhatikan anaknya saat belajar online, dia pun harus mengeluarkan cost tambahan untuk biaya internet. 

"Belajar online itu perlu akses internet makanya jadi nambah beli kuota dibanding kondisi normal. Jika normal biaya kuota hanya Rp200 ribu sebulan untuk saya dan istri, sekarang jadi nambah Rp100 ribu untuk anak belajar online," sebutnya. 

Sementara saat disinggung apakah dirinya setuju jika aktivitas sekolah dilakukan tatap muka, dia menyebutkan masih khawatir dengan penyebaran Covid-19 yang masih tinggi.

"Kita masih khawatir kalau anak belajar ke sekolah, tapi yang resikonya itu. Iuran tetap jalan tambah pengeluaran untuk kuota, mending kalau ada bantuan kuota," katanya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers