web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Populasi Angkatan Kerja Cimahi Capai Setengah Total Penduduk

Kamis, 16 Juli 2020 21:14 WIB Tri Junari

Ilustrasi Angkatan Kerja (Pixabay)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi mencatat, jumlah populasi angkatan kerja di Kota Cimahi mencapai 296.513 orang. Jumlah tersebut mencapai 50% lebih dari total populasi penduduk yang mencapai sekitar 553.755 orang.

Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Isnendi mengungkapkan, data angkatan kerja itu diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cimahi. Datanya mengalami fluktuatif setiap tahunnya.

"Untuk angkatan kerja data terakhir 296.513 orang. Naik turun kisaran 0,15 persen setiap tahun," terang Isnendi saat ditemui, Kamis (16/7/2020).

Isnendi menjelaskan, angkatan kerja merupakan penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun. Mereka merupakan orang yang memiliki pekerjaan, pengangguran maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan.

"Termasuk yang baru kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) itu masuk datanya," kata Isnendi.

Berdasarkan data yang didapat dari BPS Kota Cimahi, terang Isnendi, dari total angkatan kerja yang terdata di Kota Cimahi, sebanyak 272.553 orang di antaranya aktif bekerja dan sebanyak 23.960 orang adalah pengangguran.

Data tersebut belum termasuk jumlah yang terkena PHK maupun yang dirumahkan akibat pandemi virus korona atau Covid-19. Khusus yang terkena PHK tercatat ada 147 orang warga Cimahi, sementara yang dirumahkan ada 984 orang.

Khusus peluang pekerjaan bagi warga yang menganggur, diakui Isnendi untuk saat ini peluangnya cukup sulit karena dunia usaha tengah mengalami fase penurunan sejak mewabahnya virus korona.

"Memang situasi pandemi Covid sekarang peluang kerja semakin sedikit karena memang sektor usaha, ekspor belum bagus," ujarnya.

Sebab peluang kerja semakin sulit, fokus Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi saat ini adalah meningkatkan kompetensi pekerja lokal Kota Cimahi. Salah satunya dengan diikutsertakan dalam pelatihan, yang dikerjasamakan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar.

Sebab untuk sementara ini, terang Isnendi, pihaknya tidak memiliki anggaran khusus akibat terkena kebijakan refocusing dan realokasi untuk penanganan Covid-19. Untuk itu, bantuan fasilitas pelatihan baik dari pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar akan dimanfaatkan pihaknya untuk meningkatkan kompetensi warga Cimahi.

"Sekarang ini kita dari kota untuk anggaran pelatihan dialihkan untuk bansos (Covid-19), tapi kita gak kecil hati. Kita koordinasi dengan kementerian dan provinsi," pungkas Isnendi.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers