web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Aktivitas Pariwisata Lembang Ganggu Habitat Monyet Ekor Panjang 

Kamis, 16 Juli 2020 20:35 WIB Tri Junari

Monyet Ekor Panjang (Pixabay)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Insiden terkaparnya seekor monyet di sekitar Jalan Raya Bandung-Lembang, Kampung Andir, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akibat tertabrak pengendara yang melintas ditengarai akibat terganggunya sumber makanan dan meningkatnya aktivitas pariwisata di kawasan wisata Lembang.

Kepala Desa Gudang Kahuripan, Agus Karyana mengatakan, habitat monyet ekor panjang ada di sekitar lembah bernama Cadas Gantung. Lokasi itu berbatasan langsung dengan obyek wisata The Great Asia Afrika. 

Seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan diduga kurangnya pasokan makanan, kawanan monyet kerap menyebrang jalan raya ke pemukiman warga. Warga juga pada akhirnya terbiasa memberi makanan jika ada kawanan monyet mendekati pemukiman.

"Biasanya yang menyebrang jalan raya dari Cadas Gantung ke makam pahlawan Oto Iskandar Dinata dekat pemukiman warga itu cuma beberapa, kalau sekarang bisa ratusan," ungkapnya kepada Ayobandung.com, Kamis (16/7/2020). 

Menurutnya, jauh sebelum terbangun pemukiman dan obyek wisata, sejak dulu Cadas Gantung merupakan habitat monyet ekor panjang, . Meski area tempat mereka tinggal masih terjaga, namun lokasi sumber makanan sekitar mereka semakin berkurang.

"Sebetulnya Cadas Gantung masih tetap seperti dulu, tidak tersentuh pembangunan. Hanya saja aktivitas pariwisata dengan banyaknya orang sedikit banyak memengaruhi habitat monyet disana," kata Agus.

Sepengetahuannya, dari dulu memang suka ada monyet yang kerap menyebrang, namun jumlahnya hanya beberapa. Belakangan monyet yang kerap menyebrang semakin bertambah.

"Mungkin terbiasa juga diberi makanan oleh warga setempat, bahkan pa RW disana inisiatif mengumpulkan sayuran dari pasar untuk diberikan kepada kawanan monyet," ujarnya. 

Agus menambahkan, tidak bisa dipungkiri jika pembangunan pariwisata akan berdampak pada terganggunya populasi hewan liar di sekitarnya. Pemerintah Desa juga telah mencari solusi agar aktivitas pariwisata bisa berdampingan dengan keberadaan mereka.

"Saat ini masih pada sebatas memasok kebutuhan makanan bagi monyet-monyet itu supaya tidak masuk ke pemukiman, kedepan kita berharap bisa hidup berdampingan dengan pariwisata," tandasnya.

Kejadian tertabraknya monyet ekor panjang saat melintas jalan raya juga pernah terjadi di akses jalan menuju area wisata kawah ratu TWA Tangkuban Parahu. Lalu lalang kawanan monyet kerap bersinggungan dengan kendaraan wisatawan yang melintas area tersebut hingga seekor monyet ekor panjang terkapar di tengah jalan.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers