web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Warga Jabar Dilarang Antre saat Pembagian Daging Kurban

Kamis, 16 Juli 2020 16:11 WIB Nur Khansa Ranawati

Tim Satgas Pemeriksaan Hewan Kurban memeriksa hewan kurban di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Rabu (15/7/2020). Tim Satgas Pemeriksaan Hewan Kurban dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung tersebut menerjunkan 100 orang yang bertugas memeriksa hewan kurban masih hidup dan setelah penyembelihan di 30 Kecamatan Kota Bandung. Selain itu, petugas mengajak masyarakat agar mematuhi standar protokol kesehatan seperti memakai masker, memakai sarung tangan, dan jaga jarak. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Ibadah kurban di Jawa Barat mengalami sejumlah penyesuaian saat pandemi Covid-19. Salah satunya peniadaan antrean pembagian daging kurban bagi warga yang biasanya dilaksanakan di sejumlah tempat seperti masjid.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, agar antrean tidak terjadi, pihaknya meminta para panitia kurban menyiapkan pembagian daging secara door to door. Hal tersebut dapat dilaksanakan oleh para relawan, petugas PKK, hingga karang taruna setempat.

"Tidak boleh ada pembagian secara fisik, sudah diperintahkan pembagian daging kurban harus door to door," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (16/7/2020).

"Panitia wajib membuat sistem untuk membagikan kurban ke rumah-rumah. Maka berdayakanlah PKK maupun karang taruna berbasis wilayah," tuturnya.

Selain itu, untuk menjaga higienitas dan mengurangi sampah, warga diminta tidak mengenakan kantong plastik untuk membagikan daging, melainkan menggunakan besek seperti tahun lalu.

Emil mengimbau warga memaksimalkan jual beli hewan kurban secara daring untuk mengurangi kontak fisik. Para penjual diimbau berjualan di lapangan yang luas dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Dimaksimalkan pembeliannya lewat online. Tentu ini butuh kampanye kesadaran. Juga tidak boleh berjualan di tempat-tempat yang sempit. Hanya daerah yang lapangannya besar dan terbuka yang diizinkan untuk menjual," ujarnya.

Warga pun diminta tidak datang ke lokasi penyembelihan hewan kurban. Warga yang boleh menyaksikan penyembelihan hanyalah warga yang melaksanakan kurban.

"Yang datang hanya penyembelih dan yang melaksanakan kurban," ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers