web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Rekan Sibuk Tangani Covid-19, Honorer RSUD di Cianjur Jualan Narkoba

Kamis, 16 Juli 2020 16:00 WIB Muhammad Ikhsan

Salah seorang dari 11 tersangka pengedar narkoba di Cianjur bekerja di RSUD Sayang. (Ayobandung.com/ M Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Saat rekan-rekannya di RSUD Sayang Cianjur sibuk menangani pandemi Covid-19, MH malah berjualan narkoba saat ditangkap anggota Satuan Narkoba Polres Cianjur.

Selain MH, NH seorang aparat desa di Kecamatan Sukaresmi juga ditangkap karena berjualan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi. MH dan NH termasuk dalam sebelas tersangka pengedar dan bandar narkoba yang ditangkap Sat Narkoba Polres Cianjur.

Wakapolres Cianjur Komisaris Hilman Muslim mengatakan,  pengungkapan kasus narkoba dengan 11 tersangka itu dilakukan sejak awal bulan ini. Dari 11 tersangka, polisi mengamankan barang bukti narkoba sebanyak 66,47 gram sabu-sabu dan 40 butir ekstasi. 

"Mereka ditangkap di waktu dan tempat berbeda. Penangkapan 11 tersangka ini dilakukan hampir setengah bulan terakhir. Mereka ada yang berprofesi wiraswasta dan lainnya. Ada juga perangkat desa dan pegawai honorer di salah satu lembaga pemerintahan di Cianjur," kata Hilman saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Cianjur, Kamis (16/7/2020).

MH memiliki sabu-sabu seberat 1,51 gram. Sedangkan perangkat desa yang menjabat bendahara itu berinisial HN ditangkap dengan barang bukti sebanyak 0,50 gram sabu-sabu. 

"Tersangka MH ini mengedarkan sabu-sabunya tidak di lingkungan rumah sakit. Hasil pemeriksaan dan pengakuannya, tersangka MH ini baru sekitar 2 bulan mengedarkan narkoba," tegas Hilman. 

Pun tersangka NH, hingga saat ini polisi masih mendalami dan mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri jaringan atau bandar besar yang menjadi pemasok. Hasil pemeriksaan sementara, barang haram yang diedarkannya dijual secara acak sesuai pesanan. 

"Sampai saat ini belum ada indikasi tersangka HN ini mengedarkan ke perangkat desa lainnya," tuturnya. 

Sedangkan 9 tersangka lainnya masing-masing berinisial S dengan barang bukti sabu-sabu seberat 23,44 gram, R dengan barang bukti sabu-sabu seberat 3,98 gram, AS dengan barang bukti seberat 4,38 gram, AR dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,15 gram, H dengan barang bukti sabu-sabu 2,43 gram, FN dengan barang bukti sabu-sabu seberat 1,11 gram, JP dengan barang bukti sabu-sabu seberat 18,83 gram, DA dengan barang bukti sabu-sabu seberat 3,56 gram, dan JRS dengan barang bukti sabu-sabu seberat 3,39 gram. 

"Para tersangka ini merupakan pengedar dan bandar. Ditangkapnya pegawai honorer dan perangkat desa ini merupakan bukti konsistensi dan komitmen kami tidak akan menutupi ataupun melindungi hal-hal seperti itu. Kami tetap laksanakan penindakan," katanya. 

Para tersangka dikenai Pasal 114 ayat 1 dan 2 Juncto Pasal 112 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup. 

Kasatnarkoba Polres Cianjur Ajun Komisaris Ade Hermawan Mulyana, menambahkan berdasarkan pengakuan, tersangka MH memilih nyambi sebagai pengedar narkoba dengan alasan ekonomi. Di RSUD Sayang Cianjur, MH sudah bekerja sebagai tenaga honorer sekitar 20 tahun.

"Kalau pengakuan tersangka, ia baru dua bulan menjadi pengendar narkoba. Kalau yang perangkat desa itu sudah 6 bulan," ujar Ade. 

Sementara tersangka MH mengaku, transaksi narkoba yang diedarkannya dengan cara menempel di titik yang sudah disepakati. Setiap kali pesanan selesai dilaksanakan, dia mendapat imbalan antara Rp100.000-Rp500.000.

"Baru dua bulan mengedarkan karena terdesak kebutuhan ekonomi," katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers