web analytics
  

Pandemi Covid-19, Ini Kebiasaan Baru Traveler Saat Incar Destinasi Liburan

Kamis, 16 Juli 2020 12:42 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Ilustrasi (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Beberapa kota di Indonesia menerapkan pembatasan wilayah terbatas karena pandemi Covid-19. Imbasnya, warga kota lebih menyukai tetap di rumah ketimbang bepergian. Apalagi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), liburan menjadi kegiatan yang sulit dilakukan masyarakat. Lagipula berbagai objek wisata tengah ditutup.

Chief Marketing online dari travel agent (OTA) tiket.com, Gaery Undarsa mengatakan, ada kebiasaan yang berubah dari wisatawan saat hendak pelesiran di tengah pandemi virus corona. Terlebih, menurut Gaery, masih tingginya kurva kasus positif covid-19 masih menjadi momok para pelancong untuk mengagendakan jadwal liburan

"Menurut saya sangat signifikan. Yang udah pasti banyak yang negatifnya. Orang pasti sangat parno, paranoid traveling, paranoid mengenai airport, atau aktivitas yang lain," kata Gaery dalam konferensi pers daring, Kamis (16/7/2020).

Namun di masa Adaptasi Kebiasaan Baru alias New Normal, Gaery mengamati ada gaya berwisata masyarakat yang berubah setelah kehadiran covid-19. Salah satunya eksplorasi untuk memilih berlibur dekat rumah.

"Tapi menurut saya ada hal yang cukup positif dan menarik. Kalau misal dulu orang ngomongin traveling, orang pasti mikirnya harus jauh. Contoh ke Bali lah, Singapura, Jepang, kasarnya harus naik pesawat atau segalanya. Tapi semenjak Covid-19 ini berjalan, terutama sebulan terakhir ini, saya lihat orang mulai me-rediscover lokasi destinasi mereka," kata Gaery.

Gaery juga menilai, ada kecenderungan masyarakat lebih ingin merencanakan liburan ke destinasi wisata domestik, ketimbang vakansi keluar negeri ketika pandemi mereda. Artinya, ada kecenderungan masyarakat untuk mengobati bosan dengan melakukan perjalanan ke tujuan yang lebih dekat dengan rumah atau hanya sekadar staycation di sebuah hotel.

"Kayaknya saking bosannya mereka berusaha keluar dari rumah, pergi naik mobil, mereka mencari tempat-tempat baru di sekeliling tempat mereka. Dan ini terjadi secara merata di seluruh Indonesia," ucapnya.

Gaery mengakui, pola perubahan ini menjadi sinyal positif untuk eksplorasi destinasi wisata domestik yang ada di Indonesia. Di satu sisi, terjadi pula perubahan perilaku calon traveler yang kini lebih memperhatikan kesehatan dan keamanan saat hendak berkunjung ke suatu tempat.

"Menurut saya ini bagus sekali karena akan ada banyak banget destinasi yang mungkin sebenarnya bagus tapi sebelumnya tidak terekspose. Minimum yang saya lihat, ada pengalihan tujuan lokasi destinasi lokal," ucapnya.

"Positifnya nanti ke depannya, di setiap lokasi, di setiap kota, bakal ada unggulan destinasi. Jadi makin banyak lagi destinasi-destinasi yang bakal terekspose. Ini jadi tren yang sangat populer sekarang dan ini jadi satu potensi buat kita semua," ujarnya.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers