web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Bisakah AC Sebarkan Covid-19?

Kamis, 16 Juli 2020 11:17 WIB

AC (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Beberapa ahli kesehatan memperkirakan penularan Covid-19 berkurang di musim panas ketika suhu meningkat dan udara menjadi lebih lembab. Namun kasus-kasus Covid-19 telah meroket di beberapa wilayah terpanas dan paling lembap di AS.

Insinyur dan ahli ventilasi mengatakan, ini mungkin sebagian karena para penghuni menghindari panas dengan masuk ke dalam ruangan di mana sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) dapat memperburuk transmisi udara dengan aliran udara yang tidak terencana.

"Cara utama (penyejuk udara) dapat berkontribusi untuk menyebarkan virus corona adalah dengan menciptakan arus udara yang kuat yang dapat menggerakkan percikan liur (droplet) dan berkontribusi untuk meningkatkan risiko," kata William Bahnfleth, ketua American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers’ Epidemic Task Force (Ashrae) dan profesor di Penn State University.

Menurut Len Horovitz, spesialis paru di Lenox Hill Hospital di New York City, bahkan di bar dan restoran di mana jarak sosial dipraktikkan, ventilasi udara dapat membawa percikan pernapasan atau aerosol yang mengandung virus. Dilansir USA Today, Kamis (16/7), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menerbitkan temuan awal wabah terkait dengan aliran udara di restoran Guangzhou, Cina.

Selama 12 hari, sembilan orang yang makan di restoran pada 24 Januari jatuh sakit karena konsumen lain ada yang terinfeksi Covid-19. Dalam lima hari, tiga orang yang duduk di meja konsumen yang kena Covid-19 menjadi terinfeksi berbarengan dengan orang yang lain yang memilih kursi di bawah AC.

Dari 91 orang di restoran selama jam itu, hanya mereka yang berada di meja dengan jalur aliran udara AC yang tertular virus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum lama ini mengakui bahwa percikan aerosol (partikel udara) dapat menyebabkan infeksi.

Pendapat ini dikeluarkan setelah lebih dari 200 ahli medis menulis surat terbuka untuk mendesak badan tersebut agar bereaksi terhadap bukti yang meningkat dan melangkah lebih jauh dengan rekomendasinya.

"Ventilasi adalah titik kontrol utama untuk virus yang airborne," kata Dr Julian Tang, salah satu penulis makalah ini.

Menurut Tang, berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh penulis, mereka percaya bahwa ventilasi yang dioptimalkan adalah cara untuk bergerak maju, menghilangkan virus dari udara sebelum orang menghirupnya.

"Kami pikir itu adalah salah satu cara utama penularannya." kata Tang.

Ventilasi terbaik akan selalu ada di luar. Di negara bagian selatan yang panas di mana orang ingin tinggal di dalam ruangan dan menikmati AC, ventilasi bergantung pada sistem HVAC.

Meskipun Bahnfleth mengatakan kemungkinan untuk meningkatkan udara luar melalui sistem ini, para ahli tidak yakin berapa banyak udara luar yang cukup untuk menyebar partikel virus karena dosis infeksi tidak jelas. Setelah ventilasi, garis pertahanan berikutnya dalam sistem HVAC adalah filtrasi.

Sebagian besar sistem HVAC komersial dan residensial memiliki filter MERV 6 atau 8, yang menangani serbuk sari dasar, debu, tungau debu, jamur, dan bakteri. Itu tidak dapat menangkap partikel kecil yang mengandung virus, yang bisa sekitar 1 mikron.

Lebih banyak perusahaan yang sadar akan kualitas udara memiliki filter MERV 13 yang sebagian dapat menangkap pembawa virus, tetapi beberapa sistem HVAC tidak dilengkapi untuk menanganinya. Meskipun ventilasi dari luar mampu menyebarkan partikel virus di udara, filter hanya dapat menangkap virus ketika masuk ke sistem.

"Sebagian besar sistem pendingin udara tidak akan menyaring (virus), dan jika memang menyaringnya, itu mungkin langsung masuk dan langsung ke wajah Anda," kata Wendell Porter, dosen senior di Universitas Florida.

Dilip Goswami, presiden CTO Molekule, sebuah perusahaan pemurnian udara dalam ruangan, mengatakan bahwa dimungkinkan untuk memanipulasi arus udara agar lebih aman bagi orang-orang di dalam ruangan. Akan tetapi, sebagian besar perusahaan tidak berpikir sejauh itu.

Gugus tugas Ashare dibentuk untuk menanggapi pandemi Covid-19 dan memberikan panduan untuk memastikan bangunan disiapkan untuk epidemi. Rekomendasinya termasuk kontrol ventilasi, penyaringan, dan pemeliharaan.

Ashrae adalah masyarakat profesional, bukan badan hukum formal. Ini merupakan wewenang negara bagian, lokalitas, dan kode bangunan untuk mengadopsi rekomendasi guna memastikan kembalinya aman ke tempat kerja, sekolah, dan liburan.

Goswami mengatakan, penting bagi orang-orang untuk mengambil rekomendasi ini dengan serius, terutama di bar dan restoran di mana pelanggan perlu melepas masker untuk makan dan minum. Banyak perusahaan menegakkan jarak sosial dan memakai masker, tetapi sedikit yang melihat kedua sistem HVAC-nya untuk melihat apakah mereka berada di atas standar minimum.

"Kami tahu sesuatu seperti ini bisa terjadi dan transmisi di udara adalah masalah besar yang harus ditangani. Kita harus waspada dan memastikan kita melakukan segala yang mungkin, bukan pencegahan yang seadanya saja," katanya.

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers