web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Masih Tahap I, Pelancong Wisata Alam TNGC Hanya Boleh Beraktivitas Ini

Selasa, 14 Juli 2020 16:06 WIB Erika Lia

Bukit Mercury Sayangkaak di Gunung Ciremai (Ayocirebon.com/Erika Lia)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Aktivitas wisata alam di area Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dibatasi. Pun begitu dengan jumlah pengunjungnya.

Area TNGC sendiri tersebar di dua daerah, masing-masing Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.

Baik pembatasan aktivitas maupun jumlah pengunjung wisata diberlakukan dengan alasan pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit menular Covid-19.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Kuswandono menyebut, objek wisata di Gunung Ciremai telah kembali dibuka untuk umum pada 26-27 Juni 2020. Ini merupakan reaktivasi tahap I.

"Untuk wisata alam Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan sudah direaktivasi sejak 26 Juni, sedangkan yang di Kabupaten Majalengka sejak 27 Juni," tuturnya didampingi Humas BTNGC, Agus Yudhantara, Selasa (14/7/2020).

Sejauh ini, total 44 titik wisata alam di area TNGC yang kembali dibuka. Jenis aktivitas yang dapat dilakukan publik pada tahap I ini berupa jelajah alam atau treking, maupun penyediaan jasa makanan dan minuman pada kantin-kantin yang ada di setiap lokasi.

Kegiatan kemping dan pendakian sementara ini belum dapat dilakukan dan diagendakan pada reaktivasi tahap II. Pelaksanaan tahap II sendiri akan mempertimbangkan hasil evaluasi reaktivasi tahap I.

Reaktivasi wisata di area TNGC, imbuhnya, dilakukan bersama Masyarakat Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC). Di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai, publik harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus.

Selain kewajiban mengenakan masker dan mencuci tangan, salah satu upaya untuk menghindari kerumunan di lokasi berupa pembatasan jumlah pengunjung hanya 30%. 

"Jumlah pengunjung kami batasi hanya 30%," cetusnya.

Sampai kini, sekitar 22.000 pelancong berwisata ke area TNGC. Antusiasme publik dimungkinkan tinggi mengingat selama awal pandemi, berlaku pembatasan aktivitas massal.

Pihaknya mengapresiasi MPGC dan petugas pendamping yang telah menaati panduan penyelenggaraan wisata alam 'new normal' Gunung Ciremai. Namun begitu, konsistensi penerapan protokol kesehatan perlu dilakukan semua pihak.

"Pengelola dan pengunjung wisata alam harus sehat," tegasnya.

Pihaknya tak menghendaki reaktivasi wisata alam di TNGC mengancam kesehatan publik. Aktivitas wisata alam TNGC pun kini dipantau langsung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Setiap hari, pihaknya harus melaporkan jumlah kunjungan wisata. Karena itu, ketaatan pada ketentuan yang berlaku di tengah wabah ini menjadi hal krusial.

Terpisah, Sekretaris MPGC Bukit Mercury Sayangkaak di Desa Argapura, Kabupaten Majalengka, Sutisna mengatakan, sejak pertama dibuka kembali, pengunjung objek wisata bukit itu sudah membludak.

"Waktu awal pandemi tutup lebih dari 3 bulan. Pas dibuka lagi pertama kali pada 27 Juni, pengunjungnya membeludak," katanya, Selasa (14/7/2020).

Pihaknya memberlakukan aturan new normal bagi para pelancong dan pengelola. Salah satu aturan itu berupa pembatasan jumlah pengunjung.

"Pengunjung dibatasi sesuai kapasitas 111 orang," sebutnya.

Selain itu, waktu kunjungan dibatasi paling lama hanya 1 jam. Waktu operasi Bukit Mercury Sayangkaak pun diperpendek dari biasanya pukul 08.00-17.00 WIB menjadi pukul 08.00-15.00 WIB.

Pengunjung diwajibkan pula mengenakan masker dan membawa kelengkapan kesehatan lain yang diperlukan. Selain itu, mereka juga harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

Pengunjung yang bersuhu tubuh di atas 37,5°C dilarang masuk dan petugas akan mengecek identitasnya. Bagi warga yang suhu tubuhnya normal, tapi tak mengenakan masker, pihaknya menyediakan masker seharga Rp7.000 berlogo Bukit Mercury Sayangkaak untuk dikenakan.

Seluruh objek wisata terancam ditutup kembali bila ditemukan kasus Covid-19.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers