web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Bantaran Citarum Akan Digunakan Pusat Ketahanan Pangan

Rabu, 15 Juli 2020 16:20 WIB Mildan Abdalloh

[Ilustrasi] Anggota TNI yang juga Satgas Citarum Harum sektor 9 melakukan patroli menggunakan perahu karet LCR di sepanjang Sungai Citarum, Bandung Barat, Senin (22/7/2019). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM --  Satgas Citarum Harum memperbolehkan masyarakat menggunakan bantaran untuk bercocok tanam. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari peningkatan ketahanan pangan dan edukasi.

Dansektor 7 Citarum Harum Kolonel Kav Purwadi mengatakan, bantara Sungai Citarum sudah biasa digunakan sebagai lahan bercocok tanam, namun 2 tahun belakangan hal tersebut sempat dilarang.

Pelarangan penggunaan bantaran sungai sebagai lahan bercocok tanam karena pola tanam yang dilakukan sporadis. Selain itu, Satgas Citarum Harum sedang melakukan pengerukan sendimentasi.

"Selama 2 tahun ini, kami melakukan penanganan bangunan liar di bantaran sungai dan pengerukan sendimentasi," tutur Kolonel Kav Purwadi ketika dihubungi Ayobandung.com, Rabu (15/7/2020).

Di beberapa titik, bantaran sungai diubah menjadi sarana kegiatan masyarakat seperti taman, tempat bermain anak dan sarana umum lainnya. Sebagian lagi digunakan untuk menanam pohon keras.

Beberapa waktu lalu, kata Purwadi, Kasdam III/Siliwangi mengarahkan agar bantaran Sungai Citarum memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Sesuai arahan Kasdam, bantaran akan dijadikan pusat ketahanan pangan dan nilai ekonomi masyarakat," ujarnya.

Masyarakat diperbolehkan menggarap lahan yang ada di sepanjang bantaan. Sektor 7 Citarum Harum telah membuat demplot pertanian selama 2 bulan.

"Ada 3 ketahanan pangan yang bisa dilakukan di bantaran Sungai Citarum, pertanian, peternakan, dan perikanan," ujarnya.

Namun untuk bisa menggunakan bantaran Sungai Citarum, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

"Masyarakat harus izin dulu. Hanya diperbolehkan menanam tanaman yang berusia panjang, hanya boleh menanam yang usianya 2-3 bulan sudah panen," katanya.

Selain itu, tidak boleh membangun pagar supaya ke depan tidak ada kasus masyarakat yang mengklaim bahwa lahan di bantara sungai sebagai miliknya.

Di Sektor 7, kata Purwadi, Cungai Citarum membentang sepanjang 14 km, artinya ada 5-10 meter di kiri-kanan sungai yang bisa dimanfaatkan masyarkaat untuk bertani.

"Intinya ini untuk edukasi. Masyarakat yang menggunakan bantaran sungai, harus menjaga lahannya, baik itu membersihkan sampah, atau lainnya," ujarnya.

Untuk meningkatkan produksi, Satgas Citarum Harum akan memberikan pupuk secara gratis, juga penggunaan bios 44.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers