web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Belasan Kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan Terjadi dalam 4 Hari

Rabu, 15 Juli 2020 13:48 WIB Erika Lia

Ilustrasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

KUNINGAN, AYOBANDUNG.COM -- Jumlah pasien positif di Kabupaten Kuningan melonjak 17 orang dalam 4 hari terakhir.

Lonjakan pasien positif terjadi seiring masifnya tes usap massal massal di daerah berjuluk Kota Kuda ini.

Crisis Center Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan mendata, per 15 Juli 2020 jumlah pasien positif mencapai 44 orang. Dari jumlah itu, 17 pasien masih dalam pengawasan.

Pada 5-11 Juli 2020, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kuningan tercatat 27 kasus. Lonjakan kasus dimulai pada 12 Juli 2020 ketika jumlahnya menjadi 29 pasien.

Kemudian, secara berturut-turut pasien bertambah pada 13 Juli 2020 menjadi 35 orang dan 39 pasien pada 14 Juli 2020.

Penambahan kembali dicatatkan otoritas setempat pada Rabu (15/7/2020) menjadi 44 pasien, dengan 2 pasien meninggal dunia dan 25 pasien dinyatakan pulih.

"Penambahan itu dari hasil swab massal," terang juru bicara Crisis Center Covid-19 Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, kepada Ayocirebon.com, Rabu (15/7/2020).

Otoritas setempat, katanya, tengah menggencarkan tes usap massal dengan target 1.500 sampel. Tes usap massal dilaksanakan tersebar di 32 kecamatan guna mengetahui sebaran Covid-19.

"Nah, hasil uji swab itu keluarnya bertahap. Jadi penambahan kasus terlihat," ujarnya.

Pemkab Kuningan sendiri sudah melepaskan status pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) yang berlaku sejak 30 Juni 2020. Mereka kini beralih pada fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19.

Pemberlakuan AKB dituangkan melalui Surat Keputusan Bupati Kuningan Nomor 180/KPTS.420-Huk/2020 Tentang Pemberlakuan AKB di Kabupaten Kuningan Dalam Rangka Percepatan Penanggulangan Covid-19 bertanggal 13 Juli 2020.

"Berlaku sejak 13 Juli sampai 31 Juli 2020," kata Bupati Kuningan Acep Purnama.

Seluruh camat di Kabupaten Kuningan telah diinstruksikan menerapkan AKB di wilayahnya masing-masing. Penerapan AKB disiapkan menuju new normal berskala mikro, sesuai level kewaspadaan setiap kecamatan.

Peralihan status sendiri tak melepaskan kewajiban masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat tak boleh abai mengenakan masker dan menjalankan protokol kesehatan lain.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers