web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Istilah Diganti, Jabar Masih Gunakan ODP, PDP, OTG, dan Positif

Rabu, 15 Juli 2020 13:40 WIB Nur Khansa Ranawati

Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

 

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih akan menggunakan istilah yang selama ini dipakai untuk menggambarkan para pasien dan orang yang mengalami kontak dengan pasien Covid-19.

Istilah-istilah tersebut meliputi Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG). Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Terawan menetapkan agar mengganti istilah-istilah tersebut dengan sebutan baru.

"Karena penggantian ini belum resmi, Pemprov Jabar masih menggunakan terminologi ODP-PDP-OTG-Positif," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani saat dihubungi, Selasa (14/7/2020).


Namun, dia mengatakan, bila istilah-istilah baru yang telah ditetapkan sudah resmi untuk digunakan, pihaknya akan melakukan penyesuaian. Dia meyakini penggantian istilah tersebut dilakukan untuk memudahkan pemahaman warga.

"Penggantian istilah ini belum resmi, tapi Pemprov Jabar akan menyesuaikan karena penggantian istilah tentunya ada dasar pertimbangan, ada maksud dan ada tujuan," ungkapnya.

"(Salah satunya) untuk memudahkan dalam klasifikasi, dan lebih mempertajam pemantauan sehingga kecil kemungkinan ada yang terlewat dari surveilans yang dilakukan," tuturnya.

Sebelumnya, Terawan menghapus istilah ODP, PDP dan OTG yang selama ini digunakan di kalangan kesehatan, media massa, dan masyarakat. Penghapusan tersebut diganti dengan istilah baru, yakni "kontak erat" untuk ODP, "kasus suspek" untuk PDP dan "kasus konfirmasi tanpa gejala" atau asimptomatik untuk OTG.

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease yang ditandatangani Terawan pada Senin (13/7/2020). Kepmenkes ini juga telah diunggah di laman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional pada Selasa (14/7/2020).

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers