web analytics
  
Banner Kemerdekaan

101 Pasien Covid-19 Pusdikom Cimahi Dinyatakan Sembuh

Rabu, 15 Juli 2020 11:07 WIB

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menggelar konferensi pers terkait virus corona Covid-19 yang terjadi di Kompleks Sekolah Calon Perwira (Secapa) AD Bandung, di Markas Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Bandung, Sabtu (11/7/2020). (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Swab test kedua terhadap pasien positif Covid-19 kluster Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan Darat (Pusdikpom AD) Kota Cimahi, Jawa Barat, sudah digelar. Setidaknya 101 pasien positif Covid-19 yang ada di sana sudah dinyatakan negatif Covid-19.

"Di Pusdikpom, Cimahi, sudah dilakukan swab kedua terhadap 101 pasien positif dengan hasil lab PCR 101 Pasien tersebut menjadi negatif semua," ungkap Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (AD), Brigjen TNI Nefra Firdaus, melalui keterangannya, Rabu (15/7).

Sedangkan untuk pasien positif Covid-19 di kluster Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) hari ini kembali berkurang setelah dinyatakan negatif usai tes swab kedua. Tercatat ada 116 pasien yang telah dinyatakan negatif hari ini.

"Hasil lab PCR dari swab kedua pasien di Secapa AD sampai dengan pagi ini ada 116 pasien lagi yang dinyatakan negatif," ujar Nefra.

Sementara itu, kata dia, dari hasil pemeriksaan lab PCR dari swab kesatu yang lalu, ada tambahan 27 pasien positif. Itu baru diketahui karena pemeriksaan hasil swab di lab PCR dilakukan bergiliran per gelombang.

"Jadi dari total 1.307, 1.280 ditambah 27, pasien positif Covid-19 di Secapa AD pada pagi ini sudah berkurang 281 orang menjadi tinggal 1.026 orang," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, mengatakan, meski terdapat klaster baru sebanyak 1.280 siswa positif Covid-19, kegiatan pendidikan di Secapa AD tetap berjalan sesuai kurikulum. Pendidikan berjalan bersamaan dengan proses karantina bagi para personel yang positif Covid-19 tersebut.

"Jadi, di dalam kegiatan sehari-hari sesuai jadwal mereka, kita isolasi mereka, tapi bukan di dalam barak saja, tetap keluar (barak), kepada setiap mereka kita belikan obat, kita awasi mereka saat istirahat juga," kata Jenderal Andika di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (11/7).

Protokol kesehatan di lingkungan sekolah juga diperketat. Pada malam hari, petugas pendidik akan tetap mengawasi dan memastikan para siswa tidur pada saatnya demi menjaga stamina tetap baik meski terinfeksi Covid-19.

"Setelah itu mereka juga olahraga, membuat mereka kelelahan," kata dia.

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers