web analytics
  

Pemkab Tasik Terapkan Daring Luring sebagai Metode Pembelajaran

Rabu, 15 Juli 2020 06:55 WIB Irpan Wahab Muslim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya Dadan Wardana (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Tahun ajaran baru ditengah pandemi Covid-19 membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan dua metode dalam melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Dua metode itu yakni Dalam Jaringan (daring) dan Luar Jaringan (Luring).

Dalam pelaksanaannya, Daring siswa tetap menggunakan handphone android dan internet dipandu guru dan orang tua. Sedangkan untuk teknis pelaksanaan Luring, pembelajaran siswa bisa dikelompokkan tidak lebih dari 10 orang. Dengan cara guru jemput bola atau terjun langsung mendatangi rumah siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya Dadan Wardana mengatakan, teknis penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah daerah tetap memperhatikan SKB empat menteri.

"SKB empat menteri ini Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri dan Kemenkes. Jadi bagi wilayah di luar zona hijau dilarang pembelajaran tatap muka. Nah kami di Kabupaten Tasikmalaya tentu memperhatikan arahan itu," ungkap Dadan yang ditemui di ruangannya, Selasa (14/7/2020).

Menurut Dadan, prinsip Belajar Dari Rumah (BDR) ini tentunya dilaksanakan, kaitan dengan keselamatan dan kesehatan siswa, guru dan kepala sekolah itu menjadi faktor utama dalam BDR.

Kemudian, lanjut Dadan, siswa dalam melaksanakan pembelajaran harus bermakna. Bagi siswa tanpa menuntaskan capaian kurikulum. Selanjutnya, berkaitan dengan siswa yang harus mempelajari kecakapan hidup berkaitan dengan protokol kesehatan wabah Covid-19.

"Adapun teknis yang dilakukan oleh kami yaitu dengan membuat panduan-panduan yang diedarkan kepada masing-masing jenjang sekolah, terutama kaitan seperti apa pelaksanaan pembelajaran daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan)," kata Dadan.

Ditambahkan Dadan, kondisi di Kabupaten Tasikmalaya memang ada beberapa sekolah yang melaksanakan pembelajaran dengan metode luring. Karena letak medan geografis Kabupaten Tasikmalaua cukup lumayan jauh dan ada yang di pelosok.

"Berbeda dengan daerah di kota/kabupaten lain di Jawa Barat. Akan tetapi tetap kami harus mengefektifkan bagaimana belajar dari rumah atau BDR," terang Dadan.

Secara teknis pembelajaran dari rumah dengan metode daring, dinas membuat grup WhatsApp, guru dan orang tua siswa. Sementara untuk teknis BDR dengan metode Luring, tentu dinas memberikan arahan kepada guru harus melakukan visit ke wilayah dimana ia mengajar.

"Pengelompokan pembelajaran siswa dengan guru mendatangi lokasi belajar atau rumah siswa tentu tetap mematuhi protokol kesehatan. Misalkan dalam satu kelompok belajar tidak lebih dari 10 orang, dalam menjaga sisi kesehatan dan keselamatan semua," jelas Dadan.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers