web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Cara Pemuda Tasik Melestarikan Budaya Sunda

Rabu, 15 Juli 2020 06:22 WIB Irpan Wahab Muslim

Cara Pemuda Ciawang Kenalkan Kesenian Sunda Buhun (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Ciawang, Desa Ciawang, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, mempunyai cara sendiri dalam mengenalkan kesenian sunda buhun kepada masyarakat dan generasi muda.

Cara itu yakni dengan menggelar kegiatan Ngaguar Obrolan Budaya Sunda (Ngaronda) yang digelar setiap bulan sekali tepatnya pada minggu pertama. Ngaronda digelar untuk mengenalkan kembali kesenian-kesenian sunda buhun atau kesenian lainya yang pernah ada.

Tokoh Pemuda Ciawang, Opan Hambali mengatakan, kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan dan dilestarikan agar kesenian dan budaya buhun tidak sampai punah.

"Kegiatan Ngaronda juga untuk menjawab perkembangan era globalisasi modern yang terus mengikis seni dan budaya tradisional yang kini mulai ditinggalkan atau hampir punah," ujar Opan, Selasa (14/7/2020).

Dalam setiap kegiatan Ngaronda, Kata Opay, dibahas tema yang berbeda. Pada kegiatan minggu pertama bulan Juli lalu, tema yang dibawa adalah calung. Hal ini berkaitan dengan daerah Ciawang pernah ada kesenian calung, sehingga menginspirasi untuk melestarikannya. Selain itu juga agar dapat memberikan pemahaman tentang kesenian calung kepada generasi muda.

"Hal ini menjadi keinginan dari para tokoh masyarakat pemuda Ciawang. Untuk Program ngaronda ini, kita laksanakan dalam satu tahun ke depan secara live di sosmed dan bisa cek juga di akun chanel youtube karinding lingkar," ucap Opan.

Hiburan tontonan ini, terang Opay sebagai edukasi untuk warga karena bukan tahu hanya dari mendengar saja, melainkan tahu sampai ke dalam. Dari awal tontonan ini diharapkan menjadi sebuah tuntunan untuk melestarikan budaya seni sunda khususnya yang ada di daerah kita sendiri.

"Jadwal ngaronda live itu 3 minggu sakali, untuk tema ngaronda besok The Hansip, mengangkat fungsi hansip dan melekatna bodor hansip di orang sunda," kata Opan.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers