web analytics
  
Banner Kemerdekaan

KCIC Berhasil Tembus 3 Terowongan Kereta Cepat

Selasa, 14 Juli 2020 21:29 WIB Tri Junari

Terowongan Kereta Cepat (Istimewa)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) menampakkan progres menggembirakan setelah berhasil menembus 3 terowongan dari rencana 13 terowongan.

Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra menerangkan, 3 tunnel bagi trase KCJB telah berhasil ditembus yakni tunnel 5 sepanjang 422 meter ditembus pada pertengahan Maret 2020 lalu dan akhir April 2020 berhasil menembus tunnel 3 sepanjang 735 meter.

"Di sisi lain konstruksi pier struktur elevated juga terus dibangun dan sudah banyak berdiri sepanjang jalur tol mulai Jakarta hingga Bandung. Pada beberapa titik di atas pier tersebut sudah siap untuk dipasang  box girder," terang Chandra dalam siaran persnya, Selasa (14/7/2020).

Chandra menambahkan, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus mengoptimalkan aktivitas pekerjaan memasuki new normal. Konstruksi prasarana akan terus dikerjakan dengan lebih masif di berbagai titik.

“Memasuki kuarter ke-2 tahun 2020, konstruksi akan semakin masif, ini masa-masa kritis kegiatan pembangunan berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak yang merugikan. Untuk itu kami selalu menegaskan kepada seluruh kontraktor untuk mengutamakan keselamatan kerja dan kepedulian lingkungan," tandasnya.

Seperti diketahui, kereta cepat Jakarta-Bandung dibangun dengan investasi sebesar 5,573 US dollar. Dana tersebut tidak menggunakan dana APBN dan tanpa jaminan pemerintah. Investasi kereta cepat ini dibiayai secara mandiri oleh konsorsium BUMN Indonesia dan Konsorsium Cina Railways dengan skema business to business.

Konsorsium BUMN tersebut, antara lain PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. 

Keempat perusahaan tersebut, sebelumnya telah membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang selanjutnya berkolaborasi dengan konsorsium Cina dengan mendirikan perusahaan patungan bernama PT KCIC untuk pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kereta cepat ini rencananya akan menghubungkan empat stasiun yakni stasiun Halim di Jakarta, stasiun Karawang, stasiun Walini di KBB dan stasiun Tegalluar yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Gede Bage dan rencananya kawasan tersebut akan menjadi pusat pemerintahan Kota Bandung. 

Kereta cepat akan memiliki lintasan sepanjang 142,3 Km. Di setiap stasiun nantinya akan dibangun TOD untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi baru di koridor Jakarta-Bandung. Di Walini misalnya, akan dibangun Kota Baru Walini.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers