web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pembebasan Lahan Kereta Cepat Selesai, Konstruksi Capai 53 Persen 

Selasa, 14 Juli 2020 21:16 WIB Tri Junari

Kereta Cepat (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pembebasan lahan bagi trase Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang dikerjakan PT KCIC mulai menampakkan progres menggembirakan setelah dinyatakan rampung pada Mei 2020.

Direktur Utama PT. KCIC, Chandra Dwiputra menerangkan, seiring terbebasnya lahan bagi trase ini pihaknya mulai melakukan proses relokasi fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum sehingga pekerjaan konstruksi tetap berjalan sesuai rencana. 

Di area wilayah Bandung raya, proses fasum telah dilakukan diantara relokasi SDN Tirtayasa dimana gedung baru telah diserah terimakan pada Senin (6/7/2020) dan SMPN Ngamprah yang saat ini sudah selesai dibangun. 

"Progres konstruksi hingga awal Juli 2020 telah mencapai 53%. Sejumlah pencapaian juga berhasil diraih seperti dua konstruksi tunnel di Purwakarta yang berhasil ditembus dan kini sedang dalam tahap pengecoran akhir lapisan dinding (secondary lining)," ungkap Chandra melalui siaran persnya, Selasa (14/7/2020).

2 tunnel tersebut adalah tunnel 5 sepanjang 422 meter yang ditembus pada pertengahan Maret 2020 lalu dan Tunnel 3 sepanjang 735 meter pada akhir April 2020.  

Hingga saat ini tiga dari 13 tunnel proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah ditembus. Disisi lain konstruksi pier struktur elevated juga terus dibangun dan sudah banyak berdiri sepanjang jalur tol mulai Jakarta hingga Bandung.

"Pada beberapa titik di atas pier tersebut sudah siap untuk dipasang  box girder," jelasnya.

Chandra menambakan, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus mengoptimalkan aktivitas pekerjaan. Konstruksi prasarana akan terus dikerjakan dengan lebih masif di berbagai titik.

“Memasuki kuarter ke-2 tahun 2020, konstruksi akan semakin masif, ini masa-masa kritis kegiatan pembangunan berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak yang merugikan. Untuk itu kami selalu menegaskan kepada seluruh kontraktor untuk mengutamakan keselamatan kerja dan kepedulian lingkungan," tandasnya.

Seperti diketahui, kereta cepat Jakarta-Bandung dibangun dengan investasi sebesar 5,573 US dollar. Dana tersebut tidak menggunakan dana APBN dan tanpa jaminan pemerintah. Investasi kereta cepat ini dibiayai secara mandiri oleh konsorsium BUMN Indonesia dan Konsorsium Cina Railways dengan skema business to business.

Konsorsium BUMN tersebut, antara lain PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

Keempat perusahaan tersebut, sebelumnya telah membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang selanjutnya berkolaborasi dengan konsorsium Cina dengan mendirikan perusahaan patungan bernama PT KCIC untuk pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kereta cepat ini rencananya akan menghubungkan empat stasiun yakni stasiun Halim di Jakarta, stasiun Karawang, stasiun Walini di KBB dan atasiun Tegalluar yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Gede Bage dan rencananya kawasan tersebut akan menjadi pusat pemerintahan Kota Bandung. 

Kereta cepat akan memiliki lintasan sepanjang 140,9 Km. Di setiap stasiun nantinya akan dibangun TOD untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi baru di koridor Jakarta-Bandung. Di Walini misalnya, akan dibangun Kota Baru Walini.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers