web analytics
  

17 Tip bagi Orang Tua untuk Mendidik Anak di Rumah

Rabu, 15 Juli 2020 06:50 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Pendidikan, 17 Tip bagi Orang Tua untuk Mendidik Anak di Rumah, Tips Belajar di Rumah,orang tua,Belajar,Online

[Ilustrasi] Orang tua menemani belajar. (Pixabay/finelightarts)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sekolah di Indonesia terutama di tingkat taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) masih harus menunggu untuk bisa memulai sistem belajar tatap muka.

Orang tua masih harus mengajarkan anak-anaknya di rumah. Mendidik anak usia TK hingga SD membutuhkan cara dan trik yang berbeda daripada anak usia SMP atau SMA.

Berikut Ayobandung.com rangkum beberapa tip yang bisa digunakan orang tua selama menemani anak belajar dari rumah.

  1. Prioritaskan kesejahteraan anak

Pembelajaran bisa berhasil jika anak merasa senang dan aman. Oleh karena itu, orang tua harus memastikan memberikan kasih sayang yang cukup untuk anak.

  1. Membuat rutinitas

Anak-anak membutuhkan struktur. Orang tua harus membuat dan konsisten pada rutinitas. Hal ini dapat membantu anak memahami bahwa sekarang bukan waktunya liburan dan guru ingin melihat peningkatan dalam diri anak-anak.

  1. Berikan anak sedikit kebebasan

Biarkan anak Anda ikut serta dalam membuat jadwal belajar mereka. Jika anak-anak ingin menaruh jadwal bermain yang banyak saat pagi, Anda bisa memberi saran dan pilihan pada mereka.

  1. Biarkan anak merasa bosan

Anda bisa membiarkan anak-anak Anda merasa bosan hingga akhirnya memilih belajar untuk menghilangkan kebosanan tersebut.

  1. Batasi penggunaan gadget dan TV

Terlalu banyak menggunakan gadget tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental anak. Hal ini juga dapat mengganggu pola tidur mereka. Anda perlu memberikan pilihan kegiatan lain seperti olahraga, membaca buku, dan belajar keahlian baru.

  1. Tekankan pada pembelajaran soal literasi dan angka-angka

Latih kemampuan anak dalam literasi dan angka. Anda bisa membantu anak mengulang dasar-dasar matematika seperti berhitung. Dorong anak Anda agar terbiasa menulis apa yang mereka lakukan hari itu atau membuat komik.

  1. Buat kegiatan belajar jadi menyenangkan

Anak-anak memang harus patuh pada jadwal yang telah mereka buat. Tapi jangan lupa untuk membuat kegiatan belajar menyenangkan. Melukis, membuat kue, dan keluar rumah bisa dilakukan agar anak tidak jenuh.

  1. Beri perhatian pada anak Anda

Dengarkan anak Anda. Dengar cerita mereka tentang apa yang harus mereka lakukan dan tantangan yang mereka hadapi saat belajar.

  1. Pertimbangkan dampak isolasi sosial dan awasi anak

Agar anak tidak merasa terisolasi, dorong mereka untuk berinteraksi dengan teman-teman mereka.

  1. Dorong anak untuk membaca

Entah itu membaca untuk orang tua, saudara atau diri mereka sendiri, dorong anak untuk membaca setiap hari. Tidak masalah membaca apapun.

  1. Jangan buat anak bekerja terus menerus

Semakin kecil anak, semakin sedikit waktu bagi mereka untuk bisa diam dan belajar. Istirahat diperlukan untuk menjaga produktivitas anak.

  1. Jangan berlebihan

Anak-anak memiliki batas waktu yang berbeda untuk belajar tergantung umur mereka. Kegiatan belajar itu harus mencakup kegiatan kreatif seperti seni, kerajinan, dan aktivitas fisik.

  1. Biarkan anak Anda memimpin pembelajaran

Dorong Anda untuk mencari tahu hal-hal yang menarik bagi mereka dan melakukan eksperimen.

  1. Bergerak saat waktu istirahat

Anda dapat mengajak anak melakukan gerakan tertentu saat istirahat belajar. Gerakan ini bisa berupa tarian, meniru gaya berjalan binatang, dan lain-lain. Hal ini bisa membantu anak fokus dalam belajar.

  1. Perbanyak kegiatan di luar

Belajar di luar memiliki banyak manfaat untuk anak. Kemampuan anak untuk memahami lingkungan sekitar mereka berkembang, meningkatkan kemampuan penginderaan mereka, dan banyak manfaat lain untuk kesehatan fisik dan mental anak.

  1. Puji kerja keras mereka

Memuji kerja keras dan perilaku spesifik anak-anak saat belajar lebih baik dibanding hanya memuji pencapaian mereka seperti, “kerja bagus karena telah menyelesaikan tugas Bahasa inggrismu.”

  1. Bangun ikatan dengan anak

Nikmati waktu kebersamaan Anda dengan anak. Buat sebuah karya seni, buat makanan bersama, membuat video atau menari bersama. (Putri Shaina)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers