web analytics
  
Banner Kemerdekaan

27 Ribu Warga Bandung Telah Jalani Rapid Test

Selasa, 14 Juli 2020 17:36 WIB Nur Khansa Ranawati

Rapid Test Covid-19 (Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Hingga saat ini, sebanyak 27 ribu warga Kota Bandung telah menjalani rapid test. Angka tersebut setara dengan 1,1% dari jumlah total penduduk Kota Bandung sebanyak 2,5 juta orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, bila mengikuti standar WHO, jumlah pengetesan tersebut telah memadai standar pengetesan minimal dalam suatu wilayah. Meski demikian, ia mengatakan, pihaknya masih akan terus melakukan pelacakan dan pengetesan.

"Sampai 13 Juli 2020 sudah ada 27 ribu warga yang menjalani rapid test. Kalau dibandingkan dengan 2,5 juta penduduk, itu sudah 1,1%," ungkapnya ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (14/7/2020).

Sementara untuk pengetesan dengan metode swab atau rapid test, terdapat 11.870 warga Kota Bandung yang telah menjalaninya. Jumlah tersebut setara dengan 0,4% jumlah penduduk.

"Swab alatnya lebih mahal dan lebih sulit didapat sehingga persiapannya lebih sulit," ungkapnya.

Rita menyebutkan, saat ini kapasitas pengetesan sampel di laboratorium di Kota Bandung mencapai maksimal 200 sampel per-hari. Fasilitas laboratorium yang digunakan adalah BSL 2.

"Awalnya sanggup dalam 3 hari hasil sampel keluar, sekarang 3-7 hari tergantung persediaan di lab," ungkapnya.

Sementara angka reproduksi Covid-19 di Kota Bandung saat ini disebut telah konsisten berada di bawah 1. Angka tersebut merupakan kalkulasi dari awal kemunculan Covid-19 di Kota Bandung.

Namun, ia mengatakan, bila data kasus klaster Secapa AD akan dimasukan ke data kasus Covid-19 Kota Bandung, angka tersebut akan berubah.

"Jelas akan memengaruhi," ungkapnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers