web analytics
  

Pesantren Tidak Online, Apa Kata Orang Tua?

Selasa, 14 Juli 2020 16:29 WIB M. Naufal Hafizh
Bandung Raya - Bandung, Pesantren Tidak Online, Apa Kata Orang Tua?, Santri,Pesantren,PJJ

[Ilustrasi] Ratusan santri saat mengikuti pawai taaruf usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (22/10/2019). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diberlakukan semua sekolah sejak awal tahun ajaran baru, Senin (13/7/2020), tidak berlaku untuk pesantren. Sejak Juni, semua pesantren di Jawa Barat resmi dibuka hingga sekarang.

“Takut (terhadap Covid-19) pasti ada karena di pondok pesantren banyak sekali orang,” ucap Melly (38), ibu seorang siswa kelas 7 di Pesantren Sabilunnajah, Kabupaten Bandung.

Putrinya, Bintang (13), memulai hari pertamanya di tingkat menengah pertama pesantren tersebut sejak Senin. Berbeda dengan anak-anak sekolah biasa yang duduk di hadapan layar ponsel atau laptop, Bintang terpotret duduk di tengah lingkaran ramai anak-anak pesantren.

Hal yang sama pun dialami Hariyanti (39) dan anaknya (13) yang disekolahkan ke Pondok Pesantren Darussalam Rajapolah, Tasikmalaya. Terhitung di hari pertama tahun ajaran baru kemarin, sang anak bertempat tinggal di pesantren.

Namun, ketimbang takut, Hariyanti merasa lebih aman.

“Justru di pesantren terutama saat ini saya lebih merasa aman anak-anak di pesantren. Kalau di pesantren itu mereka tidak berhubungan langsung dengan orang luar,” tuturnya.

Seperti Hariyanti, meskipun ada rasa takut, Melly mengungkapkan dia tetap lebih setuju mengirim Bintang ke pesantren karena rasa percayanya.

“Di Pesantren Sabilunnajah yang masuk setelah pandemi atau masuk masa pandemi wajib membawa surat keterangan sehat dari dokter. Apabila tidak membawa dan orang tersebut sakit tidak diizinkan untuk masuk dan diharapkan kembali pulang,” katanya.

Orang Tua Masih Condong Belajar Metode Langsung

PJJ masih belum bisa diterima semua pihak akibat kesangsian akan efektivitasnya, baik pihak guru, murid, atau orang tua.

“Sebetulnya lebih enak belajar langsung karena anak jadi lebih fokus dan respons. Dari pada guru pun lebih cepat jika ada anak yang tidak paham materi,” kata Melly.

Di sisi lain, Hariyanti merasa tidak keberatan mengenai sistem PJJ untuk sekolah umum, namun berbeda lagi untuk pesantren.

“Kalau umum kenapa milih online karena anak-anak di rumah lebih aman. Soalnya kita tidak pernah tahu dalam perjalanan ke sekolah anak bisa saja terpapar atau lingkungan sekolah yang menyatu dengan lingkungan masyarakat,” ujar Hariyanti.

Sementara itu, terdapat 6 pesantren yang dikonfirmasi pada hari ini sebagai klaster baru Covid-19. (Farah Tifa Aghnia)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers