web analytics
  

9,25% Siswa Kota Bandung Sulit Akses Pembelajaran Daring

Selasa, 14 Juli 2020 16:03 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Pendidikan, 9,25% Siswa Kota Bandung Sulit Akses Pembelajaran Daring, Pembelajaran Daring,PJJ,Disdik Kota Bandung,tahun ajaran baru

Kepala Seksi SMP Disdik Kota Bandung Bambang Ariyanto (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM---Sebanyak 9,25% dari seluruh siswa TK, SD dan SMP di Kota Bandung masih kesulitan mengakses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Data tersebut didapat dari hasil evaluasi Dinas Pendidikan Kota Bandung selama penyelenggaraan PJJ tahap pertama pada Maret-Juni 2020.

Kepala Seksi SMP Disdik Kota Bandung Bambang Ariyanto mengatakan, total siswa TK-SMP di Kota Bandung berjumlah sekitar 300 ribu orang. Jumlah siswa yang menjadi sampel survei tersebut sebanyak 44 ribu orang.

"Mereka terkendala alat-alat pembelajaran. Misalnya di satu rumah ada yang hanya punya satu handphone, atau bahkan sama sekali tidak punya," ungkapnya ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (14/7/2020).

Selain itu, hasil evaluasi tersebut juga menyatakan bahwa sebanyak 8,35% dari 7 ribu guru TK-SMP di Kota Bandung terkendala dalam melaksanakan pengajaran jarak jauh. Kendala tersebut terjadi akibat kendala pemahaman teknologi.

Bambang menyebutkan, untuk mengatasi siswa yang kesulitan mengakses teknologi untuk belajar, saat ini pihaknya telah menginstruksikan sekolah untuk dapat mengalokasikan dana BOS untuk pengadaan infrastruktur pembelajaran seperti smartphone, laptop hingga kuota. Nantinya, peralatan tersebut dapat dipinjamkan pada siswa.

"Sekarang kan sekolah tidak ada kegiatan, sehingga dana operasional yang tidak terpakai bisa diarahkan untuk membantu itu," ungkapnya.

Selain untuk siswa, dana BOS tersebut juga dapat dialokasikan untuk membantu guru yang kesulitan mengajar. Termasuk untuk menganggarkan kuota sebagai bekal mengakses internet, ataupun kebutuhan operasional PJJ lainnya.

"Dana BOS bisa digunakan untuk guru maupun siswa yang kesulitan, atau untuk operasional PJJ lainnya. Untuk guru honorer juga bisa," ungkapnya.

Sementara untuk guru yang terkendala pemahaman teknologi, pihaknya telah menyiapkan pelatihan berbentuk webinar sebagai sosialisasi cara pengajaran di era PJJ. Akan ada pula aplikasi khusus yang didesain untuk memudahkan para guru dalam mengajar.

"Evaluasi ini dibuat agar PJJ di tahun ajaran baru saat ini bisa terselenggara dengan lebih baik," ungkap Bambang.   

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers