web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Live Streaming Update Corona Covid-19 Indonesia Selasa 14 Juli

Selasa, 14 Juli 2020 15:05 WIB M. Naufal Hafizh

dr Reisa Broto Asmoro, Tim Komunikasi Publik Gugasnas Percepatan Penanangan Covid-19. (BNPB)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Pemerintah akan menggelar live streaming konferensi pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia hingga hari ini, Selasa (14/7/2020).

Acara akan diisi Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dan dr Reisa Broto Asmoro, Tim Komunikasi Publik Gugasnas Percepatan Penanangan Covid-19.

Konferensi pers akan dilaksanakan secara langsung, Selasa 14 Juli 2020 dari kantor Graha BNPB, Jakarta, pukul 15.30-16.00 WIB.

Anda bisa langsung menyaksikan konferesi pers tersebut di bawah ini.

Sementara itu, hingga Senin (13/7/2020), pasien positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 76.981 positif, 36.689 sembuh, dan 3.656 meninggal.

"Kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.282 orang sehingga totalnya menjadi 76.981 orang," kata Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, dalam siaran Youtube BNPB Indonesia, Senin (13/7/2020).

ODP Covid-19 di Indonesia hingga Senin sebanyak 33.504 orang. Sementara itu, PDP sebanyak 13.439 orang

Sebanyak 1.051 orang sembuh dari Covid-19. Dengan begitu total pasien sembuh sebanyak 36.689 orang.

Sementara itu, 50 orang meninggal akibat Covid-19. Total pasien meninggal pun menjadi 3.656 orang.

Achmad Yurianto mengatakan, virus corona sudah tersebar di 34 provinsi dan 461 kabupaten/kota.

Adapun 6 provinsi dengan angka penambahan kasus Covid-19 tertinggi dalam 24 jam terakhir (Minggu-Senin), yaitu:

  1. DKI jakarta 281 kasus baru, 208 sembuh
  2. Jawa Timur 219 kasus baru, 268 sembuh
  3. Sulawesi Selatan 124 kasus baru, 259 sembuh
  4. Jawa Tengah 100 kasus baru, 30 sembuh
  5. Papua 98 kasus baru, 9sembuh
  6. Jawa Barat 83 kasus baru, 19 sembuh

Achmad Yurianto mengatakan, sebanyak 19 provinsi melaporkan penambahan Covid-19 di bawah 10 kasus. Sementara itu, 9 provinsi diklaim tidak ada kasus baru.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers