web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kasus Secapa AD Tak Dihitung sebagai Kasus Positif Covid-19 Bandung

Selasa, 14 Juli 2020 14:19 WIB Nur Khansa Ranawati

Pengendara melewati jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Senin (13/7/2020). Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung tengah mematangkan skema pelaksanaan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di wilayah tersebut sebagai langkah penanganan adanya temuan klaster Covid-19 di Sekolah Calon Perwira TNI AD (Secapa AD). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM --Hingga saat ini, Pemerintah Kota Bandung masih belum memasukkan data kasus positif Covid-19 yang terjadi di Sekolah Calon Perwira (Secapa AD) dalam jumlah kasus positif Kota Bandung. Hal tersebut dikarenakan siswa Secapa AD berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga data dikalkuasi secara nasional.

"Info yang saya dapatkan ini datanya langsung masuk ke pusat. Nanti tindak lanjut ke depannya kami belum ada keputusan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita di Balai Kota Bandung, Selasa (14/7/2020).

"Belum tentu (masuk ke data Kota Bandung). Saat ini masih pusat karena (siswanya) dari seluruh Indonesia," katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna. Pihaknya masih sepakat bahwa angka kasus positif Covid-19 di Kota Bandung dikalkulasi berdasarkan KTP pasien.

"Kita sepakat bahwa di Bandung harus berdasarkan data administrasi Bandung. Kalau dia penduduk Bandung, baru masuk data Bandung. Kalau tidak, ya tidak (dimasukkan)," ungkap Ema di Balai Kota Bandung, Senin (13/7/2020).

Meskipun klaster Secapa AD secara geografis terletak di Kota Bandung, Ema mengatakan, pihaknya sejauh ini tetap tidak akan memasukkan kasus positif di klaster tersebut sebagai data Covid-19 Kota Bandung.

"Kalau begitu data di Bandung bisa meledak. Orang dari mana-mana, kejadian di Bandung lalu semua (dicatat sebagai) kasus Bandung. Ya celaka," ungkap Ema.

Di hari yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Kota Bandung dan Kota Cimahi untuk memasukkan data kasus penyebaran Covid-19 di klaster Secapa AD dan Pusat Pendidikan Polisi Miilter (Pusdikpom) Cimahi dalam data kasus positif daerah masing-masing.

Pasalnya, kata dia, data penambahan kasus diambil berdasarkan lokasi geografis tempat kasus dan pelacakan kasus positif tersebut terjadi.

"Setiap ada penambahan aksus, gugus tugas kabupaten/kota harus update. Kota Bandung harus update yang Secapa AD, Kota Cimahi harus update yang Pusdikpom karena penambahan kasus adalah dimana testing dilaksanakan," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang digelar di Makodam III Siliwangi Bandung, Senin (13/7/2020).

Dia menegaskan, walaupun siswa di kedua institusi pendidikan militer tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, kasus penyebaran Covid-19 tetap terjadi di dalam wilayah geografis intitusi tersebut. Sehingga, pendataan kasus tetap harus dilaksanakan berbasis geografis.

"Mau datang dari seluruh dunia manapun, kalau lokus testing-nya dilaksanakan di daerah itu, maka kalau ada penambahan kasus positif harus dihitung di daerah itu," ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers