web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Dituntut Bayar Rp12 Miliar, Buruh: Ini Diskriminasi

Selasa, 14 Juli 2020 11:15 WIB Fichri Hakiim

Ilustrasi (Pixabay)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Tim Advokasi Serikat Buruh Mandiri Federasi Serikat Buruh Militan (SBM F Sebumi) Sri Hartati menjalani persidangan yang melibatkan buruh perempuan, Selasa (14/7/2020).

Dalam sidang ini, perusahan menutut kepada buruh untuk membayar lebih dari Rp12 miliar. Pasalnya perusahaan menganggap buruh telah melakukan perbuatan melawan hukum yakni melakukan unjuk rasa dan melakukan mogok kerja secara tidak sah.

Namun Sri menjelaskan, pihak perusahaan juga melakukan PHK terhadap 10 buruh yang dianggap sebagai provokator saat terjadinya protes serentak. 

"Hal tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi, serta upaya pemberangusan serikat buruh. Jikalau melihat dari sudut pandang perundang-undangan ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003, sangat jelas tindakan PHK sepihak terhadap pengurus serikat buruh adalah bentuk diskriminasi ke arah pemberangusan serikat buruh," tegas Sri.

Sementara itu, keputusan sepihak tersebut dianggap telah melenceng dari surat edaran Menaker RI No. M/3/HK.4/III/2020 terkait upah selama pandemi, serta surat edaran Menaker RI No. M/6/HI.00.01/V/2020 tentang pembayaran THR tahun 2020.

Sebelumnya, ratusan buruh tekstil CV Sandang Sari Bandung menjalani sidang gugatan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Bandung, Selasa (14/7/2020).

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers