web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Pembobolan BNI

Selasa, 14 Juli 2020 08:17 WIB Khoirur Rozi

Logo Bank BNI (Ist)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Penyidik Bareskrim memeriksa 12 orang saksi dalam kasus pembobolan BNI.

Dalam kasus ini, Maria Pauline Lumowa ditetapkan sebagai tersangka. Jumlah saksi ini bertambah sebanyak satu orang dari total 11 saksi yang telah diperiksa penyidik sebelumnya.

"Update terakhir sebanyak 12 saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan termaksud rekan-rekan dari terpidana maupun saksi dari pihak BNI 46," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2020).

Awi tidak menjelaskan secara rinci perihal 12 saksi yang diperiksa itu. Namun menurutnya pemeriksaan harus terus berjalan mengingat kasus yang telah ada sejak 2002 ini akan kedaluwarsa pada 2021 mendatang.

"Jika dilihat dari jangka waktu kedaluwarsanya akan berakhir pada Oktober 2021 tentunya jika dapat lebih cepat diselesaikan maka lebih baik," ujarnya.

Untuk diketahui, Maria merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas BNI Cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1,7 triliun melalui letter of credit (L/C) fiktif. Kasus ini terjadi pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003.

Warga negara Belanda ini diekstradisi dari Serbia ke Indonesia pada Rabu 8 Juli 2020. Maria tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada Kamis (9/7/2020).

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers