web analytics
  

Keterbatasan Perangkat, Siswa di Tasik Belajar Kelompok per-RT

Selasa, 14 Juli 2020 06:30 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Keterbatasan Perangkat, Siswa di Tasik Belajar Kelompok per-RT, Belajar,Berita Tasik,Belajar di Rumah,Kabupaten Tasikmalaya

Ilustrasi (Ayobandung.com)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Tahun ajaran baru ditengah pandemi Covid-19 mengalami perubahan. Perubahan itu dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 ditengah peserta didik mulai tingkat SD hingga SMA.

Perubahan pola pembelajaran itu yakni dilakukannya pengelompokan belajar bagi siswa hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Nantinya, guru akan menyambangi kelompok siswa tersebut di tiap RT yang sudah dibentuk.

Sedangkan bagi kelas 1 SD, siswa masih masuk kelas terlebih dahulu guna pengenalan lingkungan sekolah, guru, dan sosialisasi kegiatan belajar.

Kepala SDN Bukit Dago Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya Dudung mengatakan, meski tahun ajaran baru dimulai, namun kegiatan belajar mengajar secara tatap muka belum digelar. Rencananya sekolah akan melaksanakan pembelajaran  dengan zonasi per-rukun tetangga (RT). Dimana siswa yang berasal dari satu lingkungan RT dikumpulkan secara kelompok untuk diajari di rumah ketua rukun tetangga.

"Kalau di desa jarang orang tua siswa memiliki laptop atau hape android, bahkan kalau laptop nyaris tidak ada yang punya. Internet pun masih menjadi hal yang baru. Ditambah keterbatasan jaringan sinyal internet, kalau di pedesaan susah," jelas Dudung, Senin (13/7/2020).

Perubahan pola pembelajaran ini pun diapresiasi orang tua siswa. Pipit Nur (33) orang tua siswa kelas 2 SD ini mengaku menyambut baik pola pembelajaran dengan menitikberatkan pada kunjungan guru ke kelompok yang sudah dibentuk.

Karena jika pola pembelajaran yang lama diberlakukan, khawatir adanya penyebaran virus Covid-19 yang mengancam anak mereka.

"Setuju sebagai orang tua, karena bagaimana pun anak harus dilindungi. Anak kan susah untuk dikontrol baik dari segi makanan dan lainnya, " ucap Pipit.

Hal senada diungkapkan Risma (26) orang tua siswa kelas 1 SD. Risma menuturkan, untuk kelas 1 memang masih diperlukan pengenalan sekolah dan pola pembelajaran baru. Agar anak tidak kaget dan tetap serius meskipun harus belajar dari rumah.

"Kelas satu tatap muka tetap harus, paling ada pembatasan jam belajarnya. Kasian anak-anak kalau harus libur terus menerus," ujar Risma.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers