web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Industri Pariwisata Cirebon Mulai Bergeliat Kembali

Selasa, 14 Juli 2020 06:12 WIB Erika Lia

Penerapan protokol kesehatan di Hotel Grage Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Para pelaku usaha industri wisata sumringah. Setelah fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) diterapkan, minat pelancong ke Cirebon mulai terbit.

Pelaku usaha wisata yang juga Ketua panitia Simulasi Cirebon City Tour Adaptasi Kebiasaan Baru, Fajar Bahari mengungkapkan, wisata ke Cirebon sudah dibuka pasca AKB diberlakukan.

"Minat pelancong untuk berwisata ke Cirebon sudah mulai, sudah mulai banyak yang nanya-nanya untuk wisata kemari (Cirebon)," katanya kepada Ayocirebon.com di sela simulasi, Senin (13/7/2020).

Para pelaku usaha sendiri, imbuhnya, mulai beraktivitas. Sejauh ini, rerata pelancong masih berasal dari dalam daerah.

Pandemi sendiri di sisi lain telah menyatukan para pelaku usaha wisata dalam sebuah wadah bernama Persatuan Pelaku Pariwisata Cirebon (P3C) yang menginisiasi sejumlah kegiatan untuk mendukung kebangkitan sektor pariwisata di Cirebon, salah satunya melalui simulasi tur keliling kota bertajuk Cirebon City Tour ini.

Fajar menyebut, simulasi ini dimaksudkan mempromosikan kesiapan sektor pariwisata di tengah pandemi.

Sekalipun WHO telah mengakui penyebaran virus berpotensi pula melalui udara, dia mengaku tak mengkhawatirkannya.

"Tidak terlalu khawatir, yang penting protokol kesehatan diberlakukan setiap pelancong dan pelaku usaha, termsuk pengelola destinasi wisata," tuturnya.

Seirama Fajar, pelaku usaha wisata di Cirebon lainnya, Imas Kurniawati mengaku, pandemi tak semenakutkan sebelumnya ketika setiap orang menyadari kewajibannya. 

Penerapan protokol kesehatan, lanjutnya, sejatinya wajib bagi setiap individu. Tak hanya demi diri sendiri, penerapan protokol kesehatan juga berdampak luas bagi orang-orang lain di sekitarnya.

"Yang penting semua orang sadar kalau pandemi ini belum berakhir dan menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.

Imas pun mengaku, minat pelancong dari luar daerah, khususnya Jakarta kini mulai meningkat. Dia menyebut, sedikitnya 70% calon pelancong yang menyatakan minatnya ke Cirebon berasal dari Jakarta.

Disinggung konsep wisata terintegrasi di Wilayah Cirebon, dia meyakinkan kesiapan pelaku usaha wisata menerapkannya. 

Sebenarnya, imbuh dia, paket city tour sudah berlangsung sejak sekitar 2009. Hanya, paket itu terbatas seputar Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon.

"Memang belum meliputi wisata 5 daerah di Wilayah Cirebon, tapi itu (paket wisata terintegrasi se-Wilayah Cirebon) jadi motivasi kami ke depan," paparnya. 

Peningkatan minat pada wisata Cirebon juga dialami pengelola hotel. Di Hotel Grage, Kota Cirebon, misalnya, peningkatan okupansi telah terjadi sejak 1 Juni 2020 sejak pandemi Covid-19.

"Okupansi sudah naik per 1 Juni, tapi okupansi hanya berlaku 50% sesuai ketentuan pemerintah," ungkap General Manager In Charge Hotel Grage Cirebon, Nining Suningsih.

Pemberlakuan okupansi setengah kapasitas hotel itu sebagaimana protokol kesehatan yang melarang terjadinya kerumunan massal. 

Assistant Front Office Manager Hotel Grage Cirebon, Siti Julaeha menyebutkan, sejauh ini mereka yang menginap berasal dari dalam kota dan sekitar Wilayah Cirebon.

"Kami berlakukan protokol kesehatan, seperti menyemprot kamar dengan cairan disinfektan, menyediakan tempat cuci tangan, termasuk mengadakan rapid test dan uji swab bagi karyawan," bebernya.

Menurutnya, pandemi telah menurunkan tingkat hunian sekitar 30%. Pandemi juga telah menurunkan penjualan kerajinan kerang di Kabupaten Cirebon.

"Penjualan di dalam negeri turun 80%, sedangkan ekspor turun 50%," kata Manajer Pemasaran Istana Kerajinan Kerang Multi Dimensi di Desa Astapada, Kecamatan Tengahtani, Nova Agung kepada Ayocirebon.com.

Hanya kini, peningkatan penjualan mulai tampak. Peralatan rumah tangga yang terbuat dari kerang, seperti tempat tissue dan sejenisnya, terhitung masih banyak diminati.

Istana Kerajinan Kerang Multi Dimensi sendiri memproduksi kerajinan dari limbah kerang. Hasil produksinya telah diekspor ke sejumlah negara di Eropa, seperti Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, hingga Jepang dan Afrika Selatan maupun Kenya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon, Didi Supriadi menilai, destinasi wisata di Kabupaten Cirebon sudah memenuhi harapan dalam penerapan protokol kesehatan.

"Kami punya standar operasional di bidang pariwisata dan pembinaan untuk penerapannya kami berlakukan kepada mereka," terangnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers