web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Prabowo Leading Sector Lumbung Pangan, Ini Alasan Jokowi

Senin, 13 Juli 2020 22:38 WIB

Presiden Jokowi bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. ([email protected])

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasan menunjuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai leading sektor program Lumbung Pangan Nasional. Jokowi menyebut penunjukan Prabowo menyusul peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang menyebut akan ada krisis pangan dunia.

Jokowi menuturkan pemerintah Indonesia harus melakukan antisipasi cepat dengan membuat cadangan pangan strategis, yang dipimpin Kementerian Pertahanan.

"Sudah saya sampaikan bahwa food estate itu berangkat dari peringatan FAO bahwa akan ada krisis pangan dunia. Sehingga perlu kita antisipasi cepat dengan membuat cadangan pangan strategis," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Kepala Negara menegaskan, Kementerian Pertahanan bukan hanya mengurusi alutsista, namun juga mengurusi persoalan ketahanan bidang pangan.

"Ini sudah disampaikan Menhan dengan hitung-hitungan cost berapa, anggaran berapa, dalam membangun food estate yang ada di Kapuas dan Pulang Pisau," ucap dia.

Kendati Demikian, Jokowi menegaskan bahwa urusan pertanian tetap menjadi tanggungjawab Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

"Tapi tetap Mentan kan juga back di situ. Nanti urusan pertanian yang lain, pangan yang lain ya tetap Mentan," kata Jokowi.

"Jadi pak Menhan menjadi leading sektor di situ karena memang kita ingin membangun cadangan strategis pangan. Sehingga nanti kalau misalnya kekurangan beras ya tanam padi. Kalau kekurangan jagung ya tanam jagung. Kemarin sudah kita cek, jagung bisa, padi bisa. Cabai, tanam di situ," sambungnya.

Nantinya Kementerian Pertahanan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam menjalankan tugasnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers