web analytics
  

Akibat Pandemi, Pendaftaran PAUD Turun Drastis

Senin, 13 Juli 2020 22:28 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Akibat Pandemi, Pendaftaran PAUD Turun Drastis, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Siswa PAUD (Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pengurus Wilayah (PW) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Jawa Barat menilai pembatasan sosial pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) berdampak pada menurunnya minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Di sejumlah daerah di Jabar, penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada sekolah PAUD hanya berada di kisaran 30-40 % dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua PW HIMPAUDI Jabar, Rudiyanto mengatakan, akurasi data tersebut belum fix karena pihaknya masih memantau perkembangannya hingga beberapa bulan mendatang.

“Pada PPDB tahun ini memang mengalami penurunan. Karena banyak orang tua yang masih menunda registrasi atau pendaftaran (anaknya),” ujar Ketua PW HIMPAUDI Jabar, Rudiyanto saat dihubungi, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, masih relatif sedikitnya peserta didik baru tersebut sebagai dampak Covid-19. Selain akibat faktor sosial ekonomi, juga dikarenakan metode pembelajaran yang mengalami perubahan.

Oleh sebab itu, HIMPAUDI Jabar bekerja ekstra keras mengkampanyekan pada masyarakat agar tetap mendaftarkan anaknya bersekolah di PAUD. Paling tidak jika anak-anaknya didaftarkan di PAUD, maka orang tua bisa memiliki acuan dalam pemberian pendidikan pada anaknya.

Diakuinya, dengan kondisi pandemi ini metode pembelajaran mengalami perubahan yang cukup drastis. Biasanya pembelajaran dilakukan secara konvensional dengan tatap muka.

Di saat pandemi, pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan metode belajar dari rumah (BDR). Bagi HIMPAUDI, belajar seperti itu menjadi tantangan tersendiri dengan berbagai kesulitan yang dihadapinya.

Secara detail, Rudiyanto membeberkan, jika pembelajaran bagi anak-anak PAUD bisa berjalan dengan kolaborasi antara guru, sekolah dan orangtua. Meskipun, metode BDR ini tidak seserhana yang dirumuskan.

“PJJ (pendidikan jarak jauh) membutuhkan perangkat dan kekuatan SDM (sumber daya manusia). Ini tantangan kita, untuk berpikir keras cari solusinya,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh HIMPAUDI Jabar adalah menerbitkan Buku BDR, yang berisikan format untuk diisi oleh orang tua selama mengikuti PJJ. Di sini, orangtua bertugas mendampingi anaknya dan menyerahkan format isian tersebut untuk dianilisis oleh gurunya.

“Buku ini, bukan LKS (Lembaran Kerja Siswa). Tapi hanya format saja yang bisa diisi orangtua untuk nanti diserahkan hasilnya ke guru,” jelas Rudiyanto.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers