web analytics
  

Ridwan Kamil: Pertama Kalinya, Angka Reproduksi Covid-19 di Jabar Lewati Angka 1

Senin, 13 Juli 2020 18:18 WIB Nur Khansa Ranawati

Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Nur Khansa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Angka reproduksi kasus positif Covid-19 di Jawa Barat dilaporkan meningkat. Hal ini menyusul ditemukannya klaster baru penyebaran Covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Bandung dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Cimahi.

Hingga saat ini, diketahui terdapat total 1.280 orang dilingkungan Secapa AD terpapar Covid-19. Sementara kasus positif di Pusdikpom Cimahi diketahui berjumlah 101.

"Hal ini berpengaruh pada angka reproduksi Covid-19 kita dalam 2 minggu terakhir jadi kurang baik, ada di angka 1,73. Ini pertama kali Jabar angka reproduksinya melewati angka 1," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Makodam III Siliwangi Bandung, Senin (13/7/2020).

Ia mengatakan, selama beberapa waktu belakangan, angka reproduksi Covid-19 di Jabar selalu konsisten berada di bawah 1. Namun, pelaporan kasus positif yang melonjak beberapa hari kemarin menyebabkan angka reproduksi ikut meningkat.

Meski demikian, Emil memastikan angka tersebut akan kembali normal selepas lonjakan lonjakan kasus tersebut ditangani. Saat ini, kedua klaster tersebut telah diisolasi dan warga di dalamnya telah menjalani pengetesan.

Alhasil, dalam 2 hari terakhir, ia mengatakan peningkatan rata-rata kasus positif Covid-19 di Jabar kembali menyentuh angka 100-an. Diharapkan, angka reproduksi pun dapat segera turun di bawah 1.

"Selama 2 hari terakhir pelaporan kasus sudah di bawah 100 lagi, seperti pola yang sudah kita pahami. Lonjakan yang pernah 900 kasus itu anomali, sudah kita lewati," ungkapnya.

"Angka reproduksi Covid-19 kit Insyaallah bisa dikendalikan lagi menjadi di bawah 1," jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan, mulai minggu ini status level kewaspadaan Covid-19 di seluruh kota/kabupaten di Jabar akan mengikuti standar yang ditetapkan Gugus Tugas Covid-19 nasional. Sehingga, untuk sementara waktu akan dilakukan translasi status kewaspadaan.

"Yang tadinya merah, kuning, biru hijau akan bergeser menadi merah, oranye, kuning dan hijau. Sehingga hari ini belum ada pengumuman status terkait level kewaspadaan. Masih proses translasi," ungkapnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers