web analytics
  
Banner Kemerdekaan

MPLS Daring Kota Bandung Digelar 3 Hari

Senin, 13 Juli 2020 14:45 WIB Nur Khansa Ranawati

Seorang siswa yang baru duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Yoga (12), saat menyaksikan arahan tentang tahun ajaran baru dari Wali Kota Bandung Oded M Danial pada siaran langsung daring di kediamannya, Jalan Sekeloa, Kota Bandung, Senin (13/7/2020). Memasuki hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021 yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19, mengakibatkan siswa di beberapa sekolah di Kota Bandung menerapkan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia guna meminimalisasi penyebaran pandemi Covid-19 pada lingkungan pendidikan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Hari ini, Senin (13/7/2020) merupakan hari pertama siswa sekolah di Indonesia kembali menjalani kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru 2020/2021. Di Kota Bandung, seluruh kegiatan sekolah masih dilakukan secara daring.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra mengatakan, terdapat total 48 ribu siswa TK, SD, hingga SMP sekolah negeri maupun swasta yang hari ini memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan orientasi tersebut diselenggarakan jarak jauh.

"MPLS digelar selama tiga hari, dari Senin (13/7/2020 hingga Rabu (15/7/2020). Seluruh prosesnya masih online. Belum diizinkan tatap muka langsung," ungkap Cucu ketika dihubungi.

Tak hanya saat MPLS, dia mengatakan, sejauh ini sekolah di Kota Bandung masih akan menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pemerintah Kota Bandung belum merekomendasikan para siswa untuk dapat bertemu tatap muka.

"Berdasarkan aturan belum diizinkan masuk sekolah. Siswa-siswi masih akan melakukan PJJ," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Disdik Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan, pelaksanaan PJJ yang telah berlangsung selama pandemi telah melalui tahap evaluasi. Dia meminta seluruh pihak yang terlibat untuk dapat bekerja sama menyesuaikan diri dengan sistem ajar yang baru tersebut.

"Kerja sama ini telah menjadi kolaborasi yang sangat bagus dan para seerta didik telah lulus dengan baik," ungkap Hikmat.

"Kita tidak bisa terlalu berharap ideal, tapi harus mampu beradaptasi dengan situasi saat ini," katanya.

Kementerian Pendidikan saat ini hanya memberi izin 104 kabupaten/kota di Indonesia untuk melaksanakan sekolah tatap muka. Di Jawa Barat, hanya Kota Sukabumi yang diperkenankan menggelar sekolah tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers