web analytics
  

Toko Warenhuis de Vries, Cikal Bakal Ramainya Kawasan Braga

Senin, 13 Juli 2020 10:40 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Baheula - Baheula, Toko Warenhuis de Vries, Cikal Bakal Ramainya Kawasan Braga, Warenhuis de Vries,Jalan Braga,Jalan Asia-Afrika,museum,Bandung Baheula

Gedung Warenhuis de Vries di persimpangan Jalan Braga-Asia Afrika, Kota Bandung, yang kini difungsikan sebagai kantor cabang bank swasta. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Anda yang kerap mengunjungi kawasan Jalan Braga dan Asia Afrika, Kota Bandung, mungkin sangat familiar dengan sebuah gedung bercat krem yang berada di depan persimpangan kedua jalan tersebut. Dengan masih mengadopsi gaya arsitektur lamanya, gedung yang kini beroperasi sebagai kantor cabang salah satu bank swasta tersebut merupakan salah satu landmark atau penanda kawasan Braga-Asia Afrika.

Sebelum menjadi bank, gedung yang dinamai Warenhuis de Vries tersebut awalnya merupakan sebuah toko serbaada milik pria kebangsaan Belanda dengan nama belakang "de Vries". Dia datang ke Kota Bandung sekira tahun 1895 dan mendirikan serupa toko kelontong di tepi Jalan Raya Pos atau Grote Postweg.

Menurut Sudarsono Katam dalam Album Bandoeng Tempo Doeloe, bangunan toko tersebut telah ada sejak 1895. Gaya arsitektur yang diadopsi pada bangunan tersebut adalah Oud Indisch Stijl atau gaya Klasik Indies. Salah satu cirinya adalah memiliki tiang-tiang kolom yang besar.

Bangunan ini kemudian dipugar biro arsitek Edward Cuypers Hulswitt. Pria tersebut kemudian menyewa bangunan ini dan memindahkan bisnis toserbanya dengan nama sesuai dengan nama belakangnya.

Warenhuis de Vries kemudian menjadi toserba yang dikenal di seluruh penjuru kota. Salah satunya karena toko tersebut tergolong toko paling lengkap dan besar yang ada kala itu. Hampir menyerupai sebuah mal kecil.

Beberapa barang yang didagangkan di toko tersebut meliputi kebutuhan alat rumah tangga, barang pecah belah, barang-barang fesyen, alat tulis, serta obat-obatan. Sebelum menjadi toko, gedung ini juga sempat menjadi pusat perkumpulan para elite Belanda dan para tuan pemilik perkebunan teh atau Preanger Planters.

Para elite tersebut, yang tergabung dalam perkumpulan "Societeit Concordia", kerap berkumpul di gedung itu untuk kongko dan minum teh. Namun pada 1885, lokasi tempat mereka berkumpul berpindah ke gedung yang kini menjadi Gedung Merdeka.

Gedung Warenhuis de Vries di persimpangan Jalan Braga-Asia Afrika, Kota Bandung, yang kini difungsikan sebagai kantor cabang bank swasta. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

 

Barulah pada 1899, de Vries memindahkan bisnis toserbanya ke lokasi tersebut. Konon, ramainya aktivitas perdagangan di Warenhuis de Vries inilah yang menjadi cikal-bakal kawasan Braga dan Asia Afrika sebagai pusat kegiatan ekonomi kota kala itu.

Ramainya para elite Belanda yang bertandang ke Warenhuis de Vries menjadikan kawasan di sekitarnya berangsur-angsur hidup. Restoran, hotel-hotel, bioskop hingga bank muncul kemudian.

Lama setelah masa kemerdekaan Indonesia, gedung ini disebut pernah beralih fungsi menjadi berbagai toko, seperti toko pakaian hingga rumah makan padang. Warenhuis de Vries menjadi bangunan tak berpenghuni pada 1990-an.

Pada 29 April 2011, Warenhuis de Vries 'dihidupkan kembali'. Bank OCBC NISP menggunakannya sebagai tempat operasional cabang, meski tidak seluruh bagian gedung difungsikan sebagai kantor.

Saat ini bagian lantai dasar gedung tersebut berfungsi sebagai museum kecil yang berisi barang antik yang tidak dibuka untuk pengunjung umum. Gedung ini juga dikabarkan memiliki sebuah lorong yang fungsinya belum diketahui.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

17 Februari: Lahirnya Inggit Garnasih, Tulang Punggung Soekarno

Baheula Rabu, 17 Februari 2021 | 13:49 WIB

Dalam kaidah roman sejarah, ia adalah pendamping yang menuntun pembentukan karakter pemimpin dari Soekarno.

Bandung Baheula - Baheula, 17 Februari: Lahirnya Inggit Garnasih, Tulang Punggung Soekarno, Sejarah Hari Ini,Inggit Garnasih,Ir. Soekarno,Bandung

Tabir Sejarah Pecinan, Mula Pembatasan terhadap Tionghoa

Baheula Kamis, 11 Februari 2021 | 15:51 WIB

Setelah tahun 1740, setelah keadaan tentram kembali, dikeluarkan peraturan yang mengharuskan orang Tionghoa tinggal di k...

Bandung Baheula - Baheula, Tabir Sejarah Pecinan, Mula Pembatasan terhadap Tionghoa, Pecinan,Bandung,Tionghoa,Kolonial Belanda,Orang Eropa,Pribumi,Jakarta

Sejarawan Singkap Trik Jago Dagang Orang Tionghoa kepada Pribumi

Baheula Rabu, 10 Februari 2021 | 16:30 WIB

Orang Tionghoa punya faktor yang tidak dimiliki oleh Eropa terhadap Pribumi. Hal inilah yang membuat mereka jago dalam d...

Bandung Baheula - Baheula, Sejarawan Singkap Trik Jago Dagang Orang Tionghoa kepada Pribumi, Sejarawan,Trik jago dagang orang Tionghoa,Sejarah,Historis,Tionghoa,Bandung,Orang Eropa,Pribumi,Kolonialis Belanda

Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda

Baheula Kamis, 4 Februari 2021 | 17:05 WIB

Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda

Bandung Baheula - Baheula, Abattoir Tjimahi, Rumah Jagal Peninggalan Belanda, Abettoir Tjimahi,Rumah Potong Hewan (RPH),rumah jagal Hindia Belanda,rumah jagal Cimahi,Bandung Baheula,rumah jagal Belanda di Cimahi

Mengenal Swara dalam Aksara Sunda

Baheula Jumat, 15 Januari 2021 | 10:35 WIB

Sebetulnya belajar aksara bahasa sunda itu mudah dan praktis. Pasalnya aksara sunda memiliki huruf-huruf yang cara menul...

Bandung Baheula - Baheula, Mengenal Swara dalam Aksara Sunda, Aksara Sunda,belajar aksara sunda,aksara sunda swara,Bahasa Sunda

Nyonya Homann, Pemilik Hotel Savoy Homann

Baheula Kamis, 19 November 2020 | 13:08 WIB

Banyak sekali tulisan tentang Hotel Savoy Homann menyebutkan majunya hotel legendaris di pusat Kota Bandung itu akibat p...

Bandung Baheula - Baheula, Nyonya Homann, Pemilik Hotel Savoy Homann, Nyonya Homann,Hotel Savoy Homann,delpher,Jacoba van Hogezand,Hotel Homann Bandung

Wisata Bandung Tempo Dulu

Baheula Minggu, 1 November 2020 | 14:47 WIB

Membicarakan wisata Bandung juga tidak lepas dari lanskap Bandung Raya. Jejaknya bisa kita temukan dalam berbagai litera...

Bandung Baheula - Baheula, Wisata Bandung Tempo Dulu, Wisata Bandung Tempo Dulu,Kwee Khay Khee,Sejarah Bandung,Boekoe Petoendjoek Djalan Boeat Pelesiran di Kota Bandoeng dan Daerahnja,Bandung Heritage,Sam Suhaedi Admawiria

Rekam Juang Pasundan Istri (PASI) di Bandung

Baheula Senin, 19 Oktober 2020 | 11:41 WIB

PASI ialah organisasi pemberdayaan perempuan yang lahir dari keresahan kaum perempuan di zaman Hindia Belanda.

Bandung Baheula - Baheula, Rekam Juang Pasundan Istri (PASI) di Bandung, Pasundan Istri (PASI),Hindia Belanda,feodalisme,Sunda,pendidikan perempuan

artikel terkait

dewanpers