web analytics
  

Kemendikbud Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh

Senin, 13 Juli 2020 01:16 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Pendidikan, Kemendikbud Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,Pmbelajaran Jarak Jauh

Nadiem Makarim (suara.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG COM -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyinggung mengenai efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.

Menurutnya, ada beberapa daerah yang dianggap efektif menjalankan PJJ, namun tak sedikit yang dilihat tidak efektif menjalankannya.

Hal ini, ujarnya, tak lepas dari variatifnya tantangan yang dihadapi masing-masing daerah dalam menjalankan PJJ. Terutama, akses internet yang tidak rata di semua daerah.

"Hal inilah yang membuat Kemendikbud mengizinkan penggunaan Dana BOS untuk pembelian kuota internet bagi siswa dan guru," ujar Nadiem.

Hal lain yang disorot Nadiem mengenai pemberlakuan PJJ adalah waktu adaptasi yang relatif sempit bagi siswa. Tugas-tugas sekolah sebagai pengganti pembelajaran tatap muka terlihat menumpuk dan berlipat ganda sehingga memberatkan para siswa.

"Kemendikbud maupun siapapun di sistem ini sebenarnya tidak mau (dipaksa) melakukan pembelajaran jarak jauh. Kita terpaksa melakukan PJJ karena opsinya adalah kita tidak belajar sama sekali atau kita coba-coba biar masih ada pembelajaran yang terjadi," katanya.

Nadiem pun mengakui memang banyak kritik yang diterimanya mengenai efektivitas PJJ selama pandemi.

Kendati begitu, ia pun mengaku tidak punya opsi lain karena memang selama masa pandemi, pembelajaran jarak jauh adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh.

"Kita harus mencari jalan masing-masing, karena tidak ada satu platform yang cocok untuk satu sekolah," kata Nadiem.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers