web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kebijakan Pemotongan Gaji 50% Membingungkan, Persib Minta Klarifikasi PSSI

Minggu, 12 Juli 2020 16:02 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Pelatih Persib Robert Albert (Ayobandung.com/Eneng Reni)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts meminta PSSI melakukan klarifikasi terkait detail dalam kebijakan Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020.

Dalam SK tertanggal 27 Juni 2020 itu, PSSI memperbolehkan klub melakukan pemotongan gaji pemain dan pelatih sebesar 50% dari nilai kontrak awal. Penerapan gaji 50% itu pun akan berlaku satu bulan jelang kompetisi musim ini bergulir. 

Kebijakan ini diambil PSSI untuk meringankan beban klub dalam membiayai operasional tim saat mengarungi kompetisi di tengah pandemi Covid-19. Apalagi dalam lanjutan Liga 1 2020 nanti, kompetisi akan digelar tanpa penonton. Dengan format ini, klub dipastikan kehilangan pendapatannya dari penjualan tiket pertandingan kandang.

Sedianya, Robert cukup memahami kebijakan pemotongan gaji tersebut. Namun dia menilai, ada beberapa detail dari kebijakan tersebut yang masih multitafsir dan membingungkan.

"Sekarang kita punya isu baru, PSSI sudah mengirim pesan baru Juli dan Agustus kita harus lanjut dengan gaji hanya 25%. Dan September sampai ke depannya, satu bulan sebelum liga dimulai klub harus membayar gaji sebesar 50% saja.Tetapi kalau saya baca benar-benar surat dari PSSI kita tidak dapat 50% saat ini tapi 50% dari total sisanya. Dan masih banyak kebingungan tentang surat ini," kata Robert.

Pelatih asal Belanda itu mengatakan, Persib enggan berspekulasi dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Saat ini, pihaknya hanya berharap, federasi segera memberikan penjelasan rinci terkait kebijakan tersebut.

"Kita akan meminta klarifikasi dari PSSI terutama tentang hitungan gaji sebelum kita memulai ke tahap selanjutnya. Kita sudah ingin berlatih, tapi kita juga masih punya tanggung jawab ke orang-orang yang masih mengandalkan gaji ini dan mereka harus bertahan hidup juga," kata Robert.

Robert menyampaikan, Persib ingin mendapatkan keputusan terbaik terkait nasib pemain dan kelanjutan nasib Liga 1 2020. Karenanya setelah ada kejelasan, Persib akan kembali menggelar pertemuan untuk menentukan langkah ke depan.

"Kita harus mendapatkan klarifikasi tentang surat dari PSSI dan juga perhitungannya. Setelah itu semua selesai, kita bisa kembali bersama lagi untuk meeting dan kita bisa mulai latihan kembali secepatnya karena kita mau siap untuk Liga yang akan datang," katanya.

Pelatih berusia 65 tahun itu berharap ada kabar baik tentang situasi ini. Pasalnya, dirinya belum bisa menentukan jadwal latihan sebelum ada penjelasan dari PSSI. Sebagai pelatih, Robert merasa ikut bertanggung jawab kepada pemain yang juga mengandalkan gajinya sebagai pendapatan utama.

"Mari kita harap semuanya akan cepat selesai. Kita semua positif bisa kerja bersama lagi, tapi kita juga harus mengerti dengan keadaan orang-orang yang bergantung dengan gaji bulanan di klub kita," ucapnya.

" Saya sangat ingin menggelar latihan. Saya mau mulai lagi, saya mau jadi bagian dari pertandingan yang indah lagi dan Liga yang fantastis ini di Indonesia," ujarnya.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers