web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kenapa Muntah Bisa Jadi Gejala Covid-19?

Minggu, 12 Juli 2020 11:49 WIB

Ilustrasi (Freepik)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyatakan, banyak pasien Covid-19 mengalami gejala gastrointestinal seperti mual, muntah atau diare sebelum memiliki masalah dengan pernapasan.

"Covid-19 dapat hadir dalam banyak cara. Saya telah melihat pasien yang hanya memiliki gejala muntah dan diare, tetapi mereka biasanya juga mengalami demam," Jorge Vournas, MD, direktur medis Departemen Darurat di Providence Little Company of Mary Medical Center di Torrance, California, mengatakan pada Health.

Beberapa penelitian paling awal tentang masalah gastrointestinal yang terkait dengan Covid-19 berasal dari China dan diterbitkan di BMJ's Gut pada bulan Maret.

Para penulis studi dari Universitas Zhejiang menemukan bahwa, di antara 651 pasien yang dirawat di rumah sakit di provinsi Zhejiang China antara 17 Januari dan 8 Februari, 74 pasien atau 11,4% dari keseluruhan mengalami setidaknya satu gejala gastrointestinal yaitu mual, muntah atau diare.

Penelitian lain dari Beijing, yang diterbitkan dalam jurnal Alimentary Pharmacology & Therapeutics pada Mei, menganalisis semua studi klinis Covid-19 dan laporan kasus yang berkaitan dengan masalah pencernaan, diterbitkan antara Desember 2019 dan Februari 2020.

Para peneliti menemukan bahwa 3,6% hingga 15,9% orang dewasa dengan Covid-19 mengalami muntah bersama dengan masalah pencernaan lainnya seperti kehilangan nafsu makan, mual, sakit perut dan bahkan perdarahan gastrointestinal.

Studi ini juga menemukan bahwa muntah lebih sering terjadi pada pasien Covid-19 anak-anak daripada orang dewasa, dengan 6,5% hingga 66,7% anak-anak yang terinfeksi mengalami gejala tersebut.

Sementara ini, para ahli tidak sepenuhnya yakin mengapa atau bagaimana Covid-19 dapat menyebabkan muntah atau gejala gastrointestinal lainnya.

Namun mereka memiliki teori bahwa molekul yang diserang oleh virus corona dalam tubuh (enzim pengubah angiotensin 2, atau ACE2) tidak hanya ada di paru-paru, tetapi juga di saluran pencernaan, yang dapat menjelaskan mengapa beberapa orang mengalami masalah perut.

Studi lain yang diterbitkan The American Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa virus dapat memasuki sistem pencernaan melalui reseptor permukaan sel untuk ACE2.

Reseptor untuk enzim ini adalah 100 kali lebih umum di saluran pencernaan daripada saluran pernapasan. Namun, masih banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme yang tepat.

Jika Anda mengalami muntah dan sudah melakukan tes Covid-19, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mengisolasi diri sambil menunggu hasilnya di rumah.

Selama kurun waktu tersebut, pastikan tetap terhidrasi, beristirahat sebanyak mungkin, menghindari makanan yang mengganggu perut dan mengawasi gejala Anda.

Tetapi jika Anda muntah, Anda harus mencari pertolongan medis jika gejalanya berlangsung lebih dari 24 jam. Atau jika Anda mengalami demam tinggi, sakit perut atau ada darah dalam muntahan. Karena bisa jadi itu menandakan penyakit yang lebih serius.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers