web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Urai Kepadatan Penumpang KRL di Stasiun Bogor, 150 Bus Disiagakan

Minggu, 12 Juli 2020 11:40 WIB Husnul Khatimah

Antrean penumpang KRL di Stasiun Bogor. (Ayobogor.com/Husnul)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 150 bus gratis akan disiagakan untuk mengantisipasi kepadatan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL). 140 bus akan diberangkatkan dari Stasiun Bogor dan sisanya akan berangkat dari Pool Damri di samping Botani Square.

Bus gratis yang berangkat dari Stasiun Bogor untuk mengangkut penumpang ke titik tujuan Sudirman, Tanah Abang, Juanda, Manggarai dan Tebet. Sementara bus yang berangkat dari Pool Damri memiliki tujuan Sudirman dan Juanda.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan bus pertama akan berangkat pada jam 05.00 WIB dan selanjutnya berangkat setiap 5 menit sekali. 

“Nanti kita seling antara bus besar dan bus kecil. Kalau dihabiskan bus kecil dulu, kasian nanti bus besar kalau lewat di Jalan Juanda dan Jalan Jalak Harupat takut crowded juga karena hari Senin. Jadi harus selang seling, 10 bus kecil, 10 bus besar. Personel sudah kami siapkan di titik-titik pendangkalan atau parkir sementara bus kecil maupun besar untuk komunikasi pergerakan bus ke stasiun,” ujarnya, Minggu (12/7/2020).

Dengan adanya bantuan 150 bus gratis, Eko menilai mampu mengurangi kepadatan bagi sekitar 4.500 penumpang KRL

“Kami mendapat bantuan 75 bus kecil dengan kapasitas 20 penumpang per bus. Lalu, 75 bus besar dengan kapasitas 40 penumpang per bus. Totalnya jadi 4.500 penumpang yang bisa terangkut,” kata Eko.

Jumlah tersebut lebih besar dari momen yang sama sebelumnya. 

“Sebelumnya hanya sekitar 1.000-an penumpang karena kapasitas yang boleh diisi 50 persen saja. Tetapi sesuai peraturan Permenhub 41/2020, saat ini bus kecil maupun besar sudah bisa membagkut 70 persen penumpang maksimal,” jelasnya.

Eko berharap, bantuan bus tersebut mampu mengurai kepadatan penumpang yang kerap terjadi setiap Senin pagi. Untuk itu, ia mengimbau penumpang untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami mengimbau untuk ikuti aturan yang ada. Walaupun ini gratis, tolong masyarakat sama-sama pahami, sama-sama sadar, sama-sama mengerti untuk tertib diri. Antre yang baik, social distancing yang baik, physical distancing yang baik, tidak usah berdesak-desakan atau menyerobot, nanti merugikan banyak orang. Pokoknya nanti kami atur, beri kewenangan kami untuk memberikan aturan itu. Insya Allah lancar,” katanya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers