web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Epidemiolog Unpad Ungkap Penyebab Angka Positif di Jabar Terus Meningkat

Sabtu, 11 Juli 2020 16:17 WIB Nur Khansa Ranawati

Ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

 

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Hingga saat ini, angka kasus positif Covid-19 di Jawa Barat terus meningkat. Pada Kamis (9/7/2020), kenaikan angka positif bahkan mencapai rekor terbarunya dengan penambahan sebanyak 962 kasus dalam sehari.

Menanggapi hal ini, Pakar Epidemiologi Universitas Padjadjaran, Bony Wiem Lestari, mengatakan, lonjakan kasus memang diprediksi akan terus terjadi setidaknya dalam satu bulan ke depan. Kenaikan demi kenaikan yang terjadi setiap harinya disebut masih sesuai denga prediksi.

“Sekarang kasus positif di Jabar 4.951 bertambah 105 orang. Tidak beda jauh dengan estimasi kami di angka 5.000 kasus positif. Prediksi kami menunjukkan satu bulan ke depan masih akan naik,” ungkapnya, Sabtu (11/7/2020).

Hal ini, kata dia, selain dari jumlah kasus yang memang belum menurun, juga disebabkan efek peningkatan jumlah tes masif yang dilakukan. Saat ini, Jabar tengah gencar melakukan swab test/PCR untuk mengejar target minimal pengetesan 1% dari jumlah penduduk atau sekitar 500.000 warga.

”Sekarang mungkin di 88.000 (warga yang sudah dites). Makin banyak yang dites, makin banyak temuan positif, makin bagus untuk pelacakan,” kata Bony.

Selain itu, dia mengatakan, pelimpahan administrasi juga bisa menyebabkan meningkatkan angka positif Covid-19 di suatu daerah, termasuk di Jabar. Warga yang tertular di provinsi lain tapi memiliki KTP Jabar maka akan dihitung sebagai kasus warga Jabar.

 “Kita juga menerima limpahan kasus dari provinsi lain,” ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers