web analytics
  

New Normal Tiba, Saatnya Pulihkan Kesehatan Mental

Sabtu, 11 Juli 2020 22:32 WIB Netizen Ahmad Sopian Nurmawan
Netizen, New Normal Tiba, Saatnya Pulihkan Kesehatan Mental, adaptasi kebiasaan baru,Virus Corona,New Normal,gangguan mental,stres,depresi

Ilustrasi New Normal/Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) (Ayobandung.com)

Ahmad Sopian Nurmawan

Mahasiswa Jurusan Jurnalistik UIN Bandung

AYOBANDUNG.COM -- Penanganan untuk mencegah penularan Covid-19 salah satunya dengan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB oleh pemerintah kepada wilayah yang diduga terinfeksi virus Corona di Indonesia.

Bentuk dari PSBB ini yaitu pembatasan pada aktivitas warga yang bisa menimbulkan keramaian. Oleh sebab itu banyak sektor yang ditutup seperti sektor pendidikan, sektor industri, sektor kegiatan keagamaan, sektor kegiatan sosial, sektor pariwisata, dan sebagainya. Dengan banyaknya sektor yang ditutup, maka setiap warga pun dianjurkan untuk tetap diam di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid – 19. 

Pemberlakuan PSBB dan anjuran diam dirumah yang di mulai sejak april 2020 ini memberikan dampak yang besar pada kehidupan setiap orang. Salah satu yang mulai terasa yaitu pada kesehatan badan. Bukan hanya kesehatan badan bagian luar tetapi juga kesehatan mental pada diri setiap orang.

Terbatasnya aktivitas dan hanya melakukan hal-hal yang diperlukan di dalam rumah selama kurun waktu tiga bulan membuat kondisi pikiran mulai kacau. Pikiran terus di benturkan dengan rasa cemas, bingung dan frustasi. Dengan kekhawatiran tertular virus saat keluar rumah namun juga risau memikirkan permasalah keadaan finansial, pekerjaan, masa depan, dan keadaan setelah pandemi. 

Menurut beberapa ahli keadaan emosi yang kacau saat pandemi ini memang wajar. Disebabkan ketidakpastian kapan selesainya pandemi ini dan kesulitan merencanakan masa depan menjadikan sebagian orang akan stres bahkan depresi.

Keadaan stres dan depresi yang terus ada pada pikiran sebagian orang akan terus merusak keadaan kesehatan mental pada diri setiap orang.

Menurut Kementerian Kesehatan RI pada situsnya di http://promkes.kemkes.go.id/ mengatakan kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Terganggunya kesehatan mental akan menimbulkan stres, gangguan kecemasan dan depresi

Stres

Stres merupakan keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental. Seseorang yang stres biasanya akan tampak gelisah, cemas, dan mudah tersinggung. Stres juga dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi motivasi, dan pada kasus tertentu, memicu depresi. Stres bukan saja dapat mempengaruhi psikologi penderitanya, tetapi juga dapat berdampak kepada cara bersikap dan kesehatan fisik mereka.

Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan adalah kondisi psikologis ketika seseorang mengalami rasa cemas berlebihan secara konstan dan sulit dikendalikan, sehingga berdampak buruk terhadap kehidupan sehari-harinya. Bagi sebagian orang normal, rasa cemas biasanya timbul pada suatu kejadian tertentu saja, misalnya saat akan menghadapi ujian di sekolah atau wawancara kerja.

Namun pada penderita gangguan kecemasan, rasa cemas ini kerap timbul pada setiap situasi. Itu sebabnya orang yang mengalami kondisi ini akan sulit merasa rileks dari waktu ke waktu. Selain gelisah atau rasa takut yang berlebihan, gejala psikologis lain yang bisa muncul pada penderita gangguan kecemasan adalah berkurangnya rasa percaya diri, menjadi mudah marah, stres, sulit berkonsentrasi, dan menjadi penyendiri.

Depresi

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus-menerus merasa sedih. Berbeda dengan kesedihan biasa yang umumnya berlangsung selama beberapa hari, perasaan sedih pada depresi bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Selain mempengaruhi perasaan atau emosi, depresi juga dapat menyebabkan masalah fisik, mengubah cara berpikir, serta mengubah cara berperilaku penderitanya. Tidak jarang penderita depresi sulit menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Bahkan pada kasus tertentu, mereka bisa menyakiti diri sendiri dan mencoba bunuh diri.

Konsep hidup “New Normal” melalui aturan adaptasi kebiasaan baru atau AKB yang dicanangkan pemerintah pada beberapa sektor kehidupan mulai membuka ruang untuk setiap orang mengembalikan kesehatan mentalnya.

Mulai bisa beraktivitas di luar rumah walau dengan mengikuti anjuran AKB membuat pikiran terasa segar kembali. Berkegiatan untuk menikmati suasana luar rumah seperti berolahraga bersama kerabat dan juga teman-teman terdekat bisa mengembalikan kesehatan badan bagian luar juga menjernihkan pikiran kembali. 

Mulai dibukanya sektor perekonomian dan usaha makanan minuman bisa menjadi jalan selanjutnya untuk mengembalikan ketenangan pikiran. Bisa dengan mengerjakan pekerjaan kantor di kafe yang sudah diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ada.

Bertemu teman untuk sekedar berbincang santai bisa dilakukan di tempat makan favorit. Bertemu dan berbincang langsung bersama orang-orang terdekat sangat membantu kembalinya keadaan hati senang seperti dulu. 

Membuka kembali usaha-usaha rumahan yang sebelumnya terhenti karena PSBB bisa memunculkan peluang kembalinya pemenuhan kebutuhan secara finansial. 

Keadaan finansial yang sebelumnya menjadi hal yang membuat pikiran cemas bisa mulai sedikit ditenangkan dengan kembali membuka usaha atau bahkan mengembangkannya sesuai kebutuhan saat pandemi ini. 

Saat berhasil mengembangkan usaha sesuai dengan kebutuhan saat ini akan membuat peluang kita mendapat keuntungan lebih dan semakin memperbaiki keadaan finansial dan rasa cemas. 

Memahami konsep adaptasi kebiasaan baru yang dianjurkan pemerintah menjadi keharusan sebelum kita bisa beraktifitas diluar rumah. Kesehatan mental yang saat ini sebagian kita rasakan perlu bisa di imbangi dengan pemahaman AKB karena setelah kita paham aturan AKB akan aman melakukan aktivitas di luar rumah.

Mengikuti aturan AKB akan tetap menjaga kita dari tertular virus corona dan memulihkan sedikit demi sedikit keadaan mental dalam diri yang terganggu. 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers