web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pembagian Bansos Provinsi Berakhir dengan Kerumunan Ramai

Sabtu, 11 Juli 2020 13:49 WIB M. Naufal Hafizh

Kantor Kelurahan Kebon Pisang Bandung ramai antrean bansos. (Farah Tifa Aghnia)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Sistem pembagian bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat penerima berkerumun di kantor kelurahan, Jumat (10/7/2020). Hal itu rawan menularkan virus corona dari orang tanpa gejala.

Kerumunan warga yang menunggu nomor antreannya dipanggil terpantau di Kantor Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Sehari sebelumnya, Kamis (9/7/2020), World Health Organization (WHO) mengonfirmasi Covid-19 bisa menyebar lewat udara atau airborne. Berdasarkan sifat tersebut, Covid-19 dapat menyebar dari satu orang sakit ke berbagai orang sehat apabila berada di tengah kerumunan yang sama.

“Takut sih, makanya saya pulang, ngira-ngira aja bakal dipanggil kapan nomornya,” ucap Tuti (68), salah seorang warga yang menerima bansos di Kantor Kelurahan Kebon Pisang.

“Habisnya penuh sekali, banyak yang nggak pakai masker juga,” katanya.

Sebelumnya, bansos pun sudah pernah diluncurkan pada awal Juni. Namun, Tuti mengungkapkan tak sampai seramai sekarang.

“Dulu mah nggak ramai seperti sekarang. Kita datang, masukkin berkas, ambil nomor, nunggu bentar, terus dipanggil. Kantor juga kosong,” ungkapnya.

“Sekarang saya liat dari tumpukan berkas di belakang meja pendaftaran. Kalau tumpukannya masih banyak, ya saya pulang aja, nunggu sekitar dua jam. Dulu mah nggak menumpuk begitu.”

Warga Kebon Pisang yang juga menerima bansos, Susan (46), mengungkapkan, penyebabnya mungkin karena satu kelurahan bansosnya dipusatkan di satu kantor saja.

“Warga satu kelurahan tuh kan banyak, ya, harusnya dibagi-bagi tempatnya. Atau dibagi dengan terstruktur jam buat per RT,” ujarnya.

“Saya juga nggak paham kenapa banyak sekali orang yang memilih mengantre dan berkerumun begitu. Banyak yang nggak pakai masker jadinya karena pengap. Petugas di kantornya aja nggak pake,” katanya. (Farah Tifa Aghnia)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers