web analytics
  

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) bagi Travelers

Sabtu, 11 Juli 2020 03:40 WIB Netizen Indah Elanta
Netizen, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) bagi Travelers, Travelers,Adaptasi Kehidupan Baru (AKB),Pandemi,COVID-19,Corona,wisata,Liburan

Hutan Mati gunung Papandayan. (Indah Elanta)

Indah Elanta

Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung

AYOBANDUNG.COM -- Masa pandemi Covid-19 telah sampai pada titik Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Adaptasi Kebiasaan Baru adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pola harian atau pola kerja atau pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Bila hal ini tidak dilakukan, akan terjadi risiko penularan. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa bekerja, belajar dan berkegiatan di luar rumah.

Memasuki masa AKB  beberapa kegiatan yang di batasi pada saat PSBB mulai kembali beroperasi. Namun tentu saja dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan. hal ini dilakukan untuk memperbaiki sektor ekonomi yang mulai memburuk sejak masa pandemi.

Pada masa AKB salah satu sektor yang dibuka adalah pariwisata. Selain itu beroperasinya kembali angkutan umum membuat akses ke beberapa tempat wisata semakin mudah. Hal ini juga di ikuti dengan pembukaan mal dan beberapa tempat umum yang biasa di kunjungi.

Setelah lebih tiga bulan masa pandemi Covid-19 kita menghabiskan waktu di dalam rumah. Dengan waktu selama itu rasa jenuh dan bosan tentu akan muncul. Dengan di bukanya beberapa tempat wisata hal ini membuat para traveler memiliki kesempatan untuk kembali melakukan traveling.

Dengan dibukanya sektor pariwisata para traveler harus mengikuti aturan Adaptasi Kebiasaan Baru. Hal ini dimaksudkan agar para traveler aman dan damai selama masa perjalanan dan tetap sehat setelah kembali pulang ke rumah. Berikut Adaptasi Kebiasaan Baru saat traveling.

Memastikan lokasi traveling

Sebelum berangkat traveler hendaknya mengecek tempat wisata yang akan dikunjungi. Apakah wisata tersebut sudah benar-benar dibuka dan sesuai dengan standar operasional kesehatan. Selain itu hendaknya memilih wisata yang sudah berada di zona hijau. Hal ini akan lebih baik untuk menghindari segala kemungkinan terburuk.

Para traveler wajib menerapkan protokol kesehatan.

Seperti yang kita tahu secara umum bahwa protokol kesehatan yaitu hal-hal yang perlu dilakukan untuk melindungi diri dari penularan virus Corona. Protokol kesehatan ini seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Hal ini tetap harus dilakukan oleh traveler mengingat negara kita belum sepenuhnya aman dengan penyebaran Covid-19 ini.

Bepergian menggunakan transportasi umum atau pribadi harus mematuhi persyaratan masing-masing.

Jika traveler menggunakan transportasi pribadi maka akan lebih mudah dan tidak ribet. Traveler hanya perlu memastikan kesehatan dirinya namun tetap tunduk pada aturan yang berlalu. Namun jika menggunakan transportasi umum maka perlu membawa surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji Rapid-Tes dengan hasil non-reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan. Hal ini untuk memastikan bahwa kita tidak berbahaya bagi orang lain. Pastikan juga selalu membawa identitas diri seperti KTP.

Membawa peralatan sendiri atau dengan istilah jangan merental.

Mengingat penyebaran virus Corona dapat melalui benda maka traveler wajib membawa perlatan traveling sendiri. Dengan tidak merental, maka bisa dipastikan bahwa perlatan yang kita bawa benar-benar steril. Memastikan  peralatan traveling lengkap dan tidak ada yang tertinggal juga merupakan hal yang harus dilakukan. Karena di masa ini akan susah mendapatkannya jika sudah dalam perjalanan.

Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler di Playstore atau Appstore.

PeduliLindungi  adalah aplikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dihadirkan sebagai salah satu upaya untuk meredam wabah virus corona di Indonesia. Aplikasi ini bekerja dengan cara mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasi saat bepergian agar penelusuran kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan. Aplikasi ini sangat di anjurkan untuk para traveler,  selain untuk berjaga-jaga, juga membantu pemerintah untuk mengumpulkan data.

Demikian beberapa hal yang perlu dilakukan saat  Adaptasi Kebiasaan Baru bagi travelers. Semoga dapat bermanfaat bagi travelers yang mempunyai rencana traveling ke beberapa tempat wisata.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers